Trenggalek, bioztv.id – Sebuah truk bermuatan mebel dari Sidoarjo dengan Nopol W 8111 OB mengalami kecelakaan di jalur Kampak-Dongko, Trenggalek, setelah mengikuti petunjuk Google Maps. Truk tersebut gagal menanjak di tanjakan curam Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, hingga mundur tak terkendali dan terguling, serta menghancurkan sebuah sepeda motor Honda GL yang berada di belakangnya.
Google Maps Arahkan ke Jalur Berbahaya
Ridwan (33), sopir truk asal Sidoarjo, mengaku hanya mengikuti petunjuk arah yang diberikan Google Maps. Truk yang dikemudikannya mengangkut muatan mebel untuk dikirim ke Kecamatan Dongko. Namun, jalur yang direkomendasikan aplikasi navigasi itu ternyata terlalu curam untuk dilalui kendaraan berat.
“Saya dari Sidoarjo mau kirim mebel ke Dongko. Saya mengikuti petunjuk arah dari Google Maps dan diarahkan ke jalur ini. Tapi saat sampai di tanjakan, truk saya tidak kuat menanjak hingga akhirnya mundur dan terguling,” ungkap Ridwan.
Truk tersebut membawa tiga orang, termasuk Ridwan sebagai sopir, serta dua kenek, Mujib (43) dan Agung (23). Ketiganya warga Sidoarjo, Jawa Timur. Saat mulai menanjak, truk sempat kehilangan kendali sebelum akhirnya melintang di tengah jalan. Di saat bersamaan, Agus Saiful Anam, pengendara motor Honda GL dengan Nopol AG 3836 YBE yang berada di belakang truk, nyaris menjadi korban. Beruntung, ia sigap melompat menyelamatkan diri sebelum motornya tergencet badan truk yang terguling.
Proses Evakuasi Libatkan TNI, Polri, dan Warga
Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini membuat jalur Kampak-Dongko lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas hingga siang hari. Banyak pengendara terpaksa mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan memiliki kondisi ekstrem.
Kapolsek Kampak, Iptu Hendri Agus, menyampaikan bahwa proses evakuasi truk berlangsung cukup lama karena harus mendatangkan kendaraan derek. Warga setempat, bersama personel TNI-Polri, turut membantu membongkar muatan mebel dari dalam truk agar proses evakuasi lebih cepat.
“Kami bersama warga dan personel TNI-Polri membantu membongkar barang dari dalam truk sebelum evakuasi menggunakan derek. Tujuannya agar truk lebih mudah dievakuasi dan arus lalu lintas segera kembali normal,“ jelas Iptu Hendri Agus.
Evakuasi baru dapat dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB, setelah sebagian besar muatan dipindahkan ke tempat aman, dan truk derek juga sampai di lokasi.
Jalur Rawan, Google Maps Bukan Patokan Utama
Jalur Kampak-Dongko memang dikenal sebagai rute dengan medan ekstrem dan kerap menjadi jebakan bagi pengemudi luar daerah yang mengandalkan Google Maps. Sudah beberapa kali kecelakaan serupa terjadi akibat sopir mengikuti rute yang tidak sesuai untuk kendaraan besar dan berat.
“Jalur ini memang curam dan berbahaya bagi kendaraan besar atau yang bermuatan berat. Pengemudi dari luar kota sebaiknya mencari informasi lebih lanjut sebelum melintas, jangan hanya mengandalkan aplikasi navigasi seperti google maps,” tambah Iptu Hendri Agus.
Akibat kecelakaan ini, sopir dan kedua penumpang mengalami luka ringan berupa keseleo dan lecet. Sementara itu, pengendara motor masih mengalami trauma setelah nyaris menjadi korban. (CIA)
Views: 2

















