TRENGGALEK, bioztv.id – Harapan meraih keuntungan dari arisan justru berujung pilu bagi puluhan emak-emak di Trenggalek. Senin (17/2), mereka mendatangi Polres Trenggalek untuk melaporkan seorang admin arisan berinisial WS yang diduga menggelapkan dana anggota hingga mencapai Rp 4 miliar.
Arisan Lancar Hingga Admin Tiba-tiba Menghilang
Selama lima tahun terakhir, arisan yang dikelola WS berjalan lancar tanpa kendala. Para anggota rutin menyetor dana dengan sistem menurun, di mana keuntungan lebih besar diperoleh anggota yang mendapatkan pencairan lebih awal. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, situasi berubah drastis. SW mendadak hilang kontak, sementara banyak anggota yang seharusnya menerima pencairan dana tak kunjung mendapat transferan.
“Kami mulai curiga karena banyak yang jadwal pencairannya tiba, tapi uang tak kunjung diterima. WS juga sulit dihubungi sejak Sabtu malam kemarin. Kami takut ini adalah arisan bodong,” ungkap Aning Triwahyuni, salah satu korban, usai melapor ke polisi.
Dari Arisan ke Investasi Lelang Berbunga Tinggi
Tak hanya mengelola arisan, WS juga menawarkan investasi lelang dengan iming-iming bunga menggiurkan. Dengan modal Rp 10 juta, anggota dijanjikan keuntungan Rp 11,5 juta hingga Rp 12 juta dalam sebulan. Banyak yang tergiur, terutama karena skema ini sudah berlangsung lama dan tampak berjalan baik.
Namun, ketika pencairan mulai seret, keganjilan pun terkuak. Beberapa anggota baru menyadari bahwa sistem yang diterapkan mirip dengan skema ponzi, di mana uang dari anggota baru digunakan untuk membayar pencairan anggota lama. Begitu aliran dana terhambat, sistem pun runtuh.
Puluhan Korban, Kerugian Miliaran Rupiah
Hingga kini, tercatat ada 42 korban dengan nilai kerugian bervariasi, mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 600 juta per orang.
“Ada yang sudah setor ratusan juta, tapi tidak menerima pencairan sepeser pun. Kami berharap polisi segera menindaklanjuti laporan ini agar pelaku bisa bertanggung jawab,” lanjut Aning.
Menurut informasi yang dihimpun korban, WS tidak hanya mengelola satu grup arisan, melainkan memiliki sekitar 64 grup dengan ratusan anggota. Polres Trenggalek kini tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Kini, para korban hanya bisa berharap keadilan berpihak kepada mereka, sementara keberadaan WS masih misterius bak ditelan bumi.
“kami udah melapor, tapi sifatnya ini tadi masih pengaduan,” tutup Aning.(CIA)
Views: 2
















