Tren Laka Lantas di Trenggalek Selama 2024, Korban Meninggal Meningkat

oleh
oleh

TRENGGALEK, – bioztv.id – Sepanjang tahun 2024, jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Trenggalek tercatat mengalami penurunan sebesar 5,29% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun untuk korban jiwa laka lantas justru meningkat. Fenomena ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum setempat.

Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis Polres Trenggalek, tahun 2024 mencatat 591 kejadian, turun dari 624 kejadian di tahun 2023. Sementara itu angka korban meninggal dunia justru menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 22,92%, dari 48 korban pada 2023 menjadi 59 korban pada 2024.

“Peningkatan korban meninggal dunia ini diduga akibat berbagai faktor, salah satunya kecepatan tinggi dan kurangnya kesadaran pengendara terhadap keselamatan,” ujarnya.

Kompol Herlinarto menyoroti pentingnya disiplin berkendara sebagai salah satu langkah strategis menekan angka fatalitas. Kebanyakan kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi.

“Dari 604 kejadian yang dianalisis, lebih dari 94% disebabkan oleh faktor pengemudi. Ini menunjukkan bahwa edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas masih harus terus digencarkan,” tegasnya.

Korban Luka Ringan Menurun, Kerugian Materiil Turun Signifikan

Selain korban jiwa, jumlah korban luka ringan juga menurun dari 862 orang pada 2023 menjadi 787 orang pada 2024, atau turun 8,7%. Tren penurunan ini diiringi dengan penurunan kerugian materiil akibat kecelakaan, yang mencapai Rp113.275.000 pada tahun 2024, berkurang sekitar 8,65% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, data ini juga menyimpan ironi. Sebab, meskipun angka korban luka ringan menurun, data menunjukkan bahwa pengendara tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi kelompok paling dominan terlibat dalam kecelakaan. Sebanyak 446 kecelakaan melibatkan pengendara tanpa SIM pada 2024, naik 32,74% dibandingkan tahun 2023.

“Pengawasan terhadap kelengkapan surat kendaraan perlu ditingkatkan, khususnya bagi pengendara muda yang mendominasi pelanggaran lalu lintas,” kata Kompol Herlinarto.

Peningkatan Teguran Lalu Lintas Mencapai 242%

Dalam upaya mengurangi pelanggaran lalu lintas, Satlantas Polres Trenggalek telah meningkatkan pendekatan persuasif melalui teguran. Pada tahun 2024, jumlah teguran meningkat drastis sebesar 242,2%, dari 10.009 teguran pada 2023 menjadi 34.251 teguran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat tanpa langsung memberikan sanksi tilang.

“Kami berharap pendekatan persuasif ini dapat meningkatkan kesadaran pengendara untuk lebih mematuhi aturan lalu lintas,” jelas Kompol Herlinarto.

Mahasiswa dan Pelajar Jadi Kelompok Rentan

Dari sisi profesi, mahasiswa dan pelajar menjadi kelompok rentan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan dengan total 255 kasus pada 2024. Meski jumlahnya sedikit menurun dibandingkan 2023 yang mencatat 259 kasus, Kompol Herlinarto menekankan pentingnya edukasi sejak dini.

“Kami akan menggencarkan program keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah dan kampus. Harapannya, generasi muda bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” paparnya.

Solusi untuk Tahun Mendatang

Menghadapi tren ini, Polres Trenggalek akan meningkatkan patroli dan kampanye keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan. Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas otomotif dan lembaga pendidikan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berkendara secara aman.

“Jangan pernah meremehkan aturan lalu lintas, karena nyawa adalah taruhannya. Mari bersama kita ciptakan jalanan Trenggalek yang lebih aman untuk semua,” jelas Kompol Herlinarto.

Dengan langkah-langkah ini, Polres Trenggalek optimistis dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas pada tahun 2025.

“Semoga upaya ini menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik,” pungkasnya. (CIA)

Views: 1