TRENGGALEK, bioztv.id – Kecelakaan tunggal menimpa dua pelajar asal Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (25/12). Sepeda motor Yamaha N-Max bernomor polisi B 3602 ERA yang dikendarai Gebby Aurrel Kristin (17) mengalami rem blong di Jalan Raya Kampak-Munjungan, mengakibatkan keduanya kehilangan kendali.
Menurut Kapolsek Kampak, Iptu Henri Agus, insiden terjadi saat sepeda motor melaju dari arah Kecamatan Munjungan menuju Kecamatan Kampak. Sesampainya di kawasan leter S, masuk Desa Ngadimulyo, Kecamatan kampak, kendaraan mendadak mengalami kerusakan pada sistem pengereman, sehingga pengendara tidak dapat mengendalikan laju kendaraan.
“Pengendara tidak bisa mengendalikan motornya karena rem blong, sehingga menyebabkan kecelakaan tunggal,” jelas Iptu Henri.
Korban, Gebby Aurrel Kristin, mengalami luka ringan berupa lecet pada alis kanan dan pembengkakan pada paha kiri. Sementara itu, rekannya yang dibonceng, Clara Nor Laili (16), mengalami luka yang lebih serius, termasuk patah tulang paha kiri, patah tulang selangka kiri, luka robek pada dahi kiri yang membutuhkan tiga jahitan, dan lecet pada pergelangan kaki kanan.
“Keduanya dalam kondisi sadar saat dievakuasi. Gebby mengalami luka ringan, tetapi Clara membutuhkan perawatan medis lebih lanjut karena luka serius yang dialaminya,” tambah Kapolsek Kampak.
Warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas medis terdekat. Lokasi kejadian memang memiliki kontur jalan yang menurun tajam, sehingga rentan terhadap kecelakaan.
“Jalan dengan turunan tajam rawan menjadi lokasi kecelakaan, terutama kalau kendaraan mengalami kendala teknis seperti rem blong,” ujar Iptu Henri.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pengguna jalan, khususnya yang melintasi rute Kampak-Munjungan, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Kapolsek Kampak juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat melewati jalur yang curam dan rawan kecelakaan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama rem. Jalur ini memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga perlu ekstra kehati-hatian,” tegas Iptu Henri.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih menjalani perawatan intensif, dan pihak keluarga telah dihubungi untuk mendampingi proses pemulihan.
“Insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar keselamatan berkendara semakin diutamakan,” pungkas Iptu Henri.(CIA)
Views: 14

















