Rakor Lintas Instansi, DPRD Trenggalek Dorong Pilkada 2024 Fokus Tingkatkan Partisipasi Pemilih

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Menjelang Pilkada serentak 2024 yang semakin dekat, Kabupaten Trenggalek menggelar rapat koordinasi di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Kegiatan ini melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta seluruh kepala desa dan kelurahan.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan bahwa rapat ini dihadiri berbagai elemen penting, termasuk dari kepolisian, TNI, camat, serta kepala desa. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menyambut Pilkada 27 November mendatang.

“Harapannya, Pilkada di Trenggalek dapat berlangsung dengan lancar dan aman. Mengingat hanya tinggal beberapa hari lagi, semua persiapan harus matang,” ujarnya.

Netralitas aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, tak luput dari pembahasan pada rapat koordinasi lintas sektoral ini. Seluruh ASN, maupun TNI, Polri  diimbau untuk berhati hari dan tetap menjaga netralitasnya.

Sesuai laporan yang disampaikan kepolisian, Kodim, serta Pjs Bupati Trenggalek dalam rapat koordinasi, situasi keamanan dan kondusifitas wilayah dinilai siap. Meski sejumlah daerah lain ada yang indikatornya merah, namun di Trenggalek masih hijau. Artinya kondusifitas di Trenggalek masih terjaga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kondisi Trenggalek Insya Allah aman dan pelaksanaannya nanti diharapkan berjalan baik. PR kita sekarang adalah meningkatkan partisipasi pemilih,” tambah Doding.

Pada Pilkada sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih di Trenggalek mencapai 68 persen. Untuk Pilkada 2024 KPU Trenggalek menargetkan peningkatan hingga 75 persen. Target ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat dalam Pilkada Trenggalek kali ini hanya ada satu pasangan calon, yakni petahana Mochamad Nur Arifin dan Syah Natanegara, atau dikenal dengan pasangan Ipin-Syah.

“Pasangan Ipin-Syah memperoleh nomor urut 2 di surat suara, sedangkan nomor urut 1 adalah kotak kosong,” jelasnya.

Menurut Doding, dengan adanya calon tunggal, ada potensi rendahnya partisipasi pemilih. DIharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menyosialisasikan pentingnya memilih pada Pilkada Tahun 2024 ini.

“Ini demi memastikan proses demokrasi berjalan maksimal,” ungkap Doding.

Selain Pilkada Trenggalek, Pilkada Jawa Timur juga akan menjadi ajang kompetisi antara tiga pasangan calon, yaitu Luluk-Lukman, Khofifah-Emil, dan Risma-Gus Hans.

“Meski berbeda tingkat, suksesnya Pilkada di Trenggalek turut mendukung kestabilan politik di Jawa Timur,” pungkas Doding.(CIA)

Views: 2