KLATEN, bioztv.id – Sebuah inisiatif proyek independen yang melibatkan mahasiswa dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta. Proyek ini telah mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan balita di masyarakat. Salah satunya proyek independent yang berfokus di Posyandu Asri 2 di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Proyek ini dipimpin oleh salah satu mahasiswa ITB AD, Sidik Purnawan dengan judul “Optimisasi Peran Posyandu Dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Balita Guna Menyiapkan SDM Unggul Di Masyarakat” .
Menyadari peran penting Posyandu dalam pemantauan kesehatan balita, proyek ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Posyandu Asri 2 di Dukuh Janti, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
“Kami menyambut baik inisiatif proyek ini dan berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan balita di wilayah kami.” Kata Lina Dwi Purwanti, Ketua Posyandu Asri 2.
Sidik Purnawan mengatakan, Sesuai hasil analisis, Posyandu Asri 2, yang berdiri sejak 2012, menghadapi beberapa masalah yang menghambat pelayanan kesehatan yang berkualitas, termasuk rendahnya partisipasi masyarakat, fasilitas yang kurang memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia terlatih.
“Kami menyadari bahwa untuk mengatasi masalah ini, diperlukan solusi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak.” Kata Sidik Purnawan.
Proyek ini mengidentifikasi masalah-masalah utama, seperti rendahnya kunjungan peserta, fasilitas yang belum memadai, dan kurangnya sumber daya manusia terlatih. Solusi yang ditawarkan mencakup sosialisasi, pengadaan fasilitas, dan pembinaan kader Posyandu.
“Kami yakin bahwa dengan adanya solusi ini, kami dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas layanan kesehatan balita,” tambah Sidik.
Proyek ini melalui beberapa tahap kegiatan, termasuk koordinasi dengan pengurus Posyandu, pemerintah desa, sosialisasi pada kelompok ibu hamil, sekolah PAUD, serta pengadaan fasilitas dan pembinaan terhadap kader Posyandu.
Sidik melakukan beberapa kegiatan untuk mengatasi kendala tersebut. Langkah pertama, getol memberikan sosialisasi kepada kelompok PKK, ibu hamil, dan sekolah PAUD tentang pentingnya peran Posyandu. Kedua, melakukan pengadaan fasilitas dan peralatan Posyandu, seperti timbangan digital dan meja pelayanan. Sedangkan yang ketiga melakukan pembinaan terhadap kader Posyandu.
“Setiap tahap kegiatan dilakukan dengan teliti dan kolaboratif untuk memastikan dampak yang maksimal,” ujar Sidik.
Melalui program ini, kesadaran kesehatan balita di masyarakat telah meningkat secara signifikan. Namun, untuk menjaga momentum ini, proyek ini memberikan beberapa saran, termasuk penguatan koordinasi, terus bersosialisasi, evaluasi kebutuhan fasilitas, dan evaluasi kader Posyandu.
“Kami optimis bahwa dengan kerjasama dan dukungan semua pihak, proyek ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan balita dan mempersiapkan SDM unggul di masyarakat,” Ungkap Sidik dengan optimis.
Proyek MBKM ini menunjukkan bahwa peran Posyandu sangat penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan balita. Dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan membekali kader Posyandu dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, Posyandu dapat berperan dalam menyiapkan SDM unggul di masa depan.
“Posyandu menjadi sarana terpenuhinya kesehatan bagi balita, dukungan masyarakat menjadi kunci utama terlaksananya program ini,” Ujar Sidik.
Dengan upaya yang terus dilakukan oleh mahasiswa dan pihak terkait, proyek ini diharapkan menjadi contoh nyata, bagaimana kolaborasi dan kesadaran masyarakat dapat memperbaiki sistem kesehatan di tingkat lokal.
“Saya senang bisa membantu Posyandu Asri 2. Saya harap program ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan balita di Desa Kajen.” Pungkas Sidik.
Disisi lain, proyek MBKM ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan semangat dan dedikasi, mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan bangsa. (AZW)
Views: 7

















