TRENGGALEK, bioztv.id – Kembali digalakkan pada tahun 2024, vaksin polio diklaim memiliki efek samping sangat kecil dibawah 10%. Jika muncul efek samping, yang paling umum terjadi bisa berupa gangguan pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah. Efek samping itu biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
“Efek samping vaksin polio sangat kecil, kurang dari 10%. Dibandingkan dengan kemanfaatannya, efek samping ini sangat kecil,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Sunarto.
“Kemanfaatan vaksin polio sangat besar, yaitu untuk mencegah terjadinya polio. Polio adalah penyakit yang tidak ada obatnya dan dapat menyebabkan kelumpuhan,” kata dr. Sunarto.
Indonesia telah dinyatakan bebas polio pada tahun 2014. Namun, masih ada risiko terjadinya polio liar, yaitu polio yang disebabkan oleh mutasi virus polio. Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk mendapatkan vaksin polio secara rutin.
Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek akan menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio pada 15-21 Januari dan 19-25 Februari 2024. Kegiatan ini menyasar anak usia 0-7 tahun.
“Kami menargetkan 95% anak usia 0-7 tahun di Trenggalek mendapatkan vaksin polio tambahan,” kata dr. Sunarto.
Dinkes PPKB telah berkoordinasi dengan lintas sektor, seperti puskesmas, rumah sakit, tokoh masyarakat, TNI-Polri, organisasi keagamaan, dan PKK, untuk mendukung pelaksanaan Sub PIN Polio.
“Kami berharap semua pihak dapat mendukung pelaksanaan Sub PIN Polio ini,” kata dr. Sunarto.
Views: 36

















