TRENGGALEK, bioztv,id – Nominal belanja harian menjadi indikator dalam penentuan miskin ektream dinilai tidak sesuai dengan kebiasaan warga di pelosok Trenggalek. Pasalnya, warga desa yang memiliki lahan pertanian tidak setiap hari melakukan belanja. Karena kebutuhan pokok makanan sehari hari bisa dicukupi dari hasil pertaniannya sendiri.
Mengacu keterangan Wakil ketua DPRD Trenggalek, saat ini angka kemiskinan Ekstream di Kabupaten Trenggalek sekitar 10 Ribu jiwa. Rinciannya 40% atau sekitar 4 ribuan sudah tidak bisa bekerja, dan sekitar 6 ribuan lainnya masih bisa bekerja. Saat ini mereka yang masuk miskin ekstream sebenarnya sudah tercover melalui berbagai jenis bantuan. DIantaranya ada yang melalui bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahadi menyampaikan, yang menjadi masalah dari penentuan kemiskinan ekstream ini adalah belanja. Karena warga yang belanja hariannya kurang dari 14 Ribuan rupiah maka masih dikategorikan miskin ekstream. Sementara itu kebiasaan orang desa tidak selalu belanja setiap hari. Karena untuk kebutuhan pokok makanan hariannya terkadang bisa dicukupi dari hasilnya bertani disekitar rumah.
Doding juga menambahkan, untuk penanganan penuntasan kemiskinan ekstream di Trenggalek ini, bagi mereka yang sudah tidak bisa bekerja akan tetap dicover melalui berbagai bantuan sosial (Bansos). Sedangkan untuk mereka yang masih bisa bekerja juga akan diberikan pelatihan ketrampilan atau pelatihan kerja.
Views: 68
















