TRENGGALEK, bioztv.id – Ada yang berbeda dalam prosesi jamasan pusaka menjelang puncak peringatan hari jadi Ke-829 Trenggalek. Jika pada tahun tahun sebelumnya, prosesi jamasan hanya dilakukan di satu tempat, kali ini dilakukan di 2 tempat. Pasalnya, ada tmbahan 2 pusaka baru dan 1 prasasti Trengalek yang sudah pulang.
Kembali pulangnya Prasasi Kamulan ke Trenggalek menjadi salah satu alasan pelaksanaan jamasan pusaka berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Pasalnya, prasasti itu menjadi penanda berdirinya Trenggalek. Saat prasasti yang asli belum kembai pulang ke Trenggalek, pusaka yang dijamasi biasanya hanya pusaka pusaka yang berbentuk tombak dan songsong atau payung. Namun, setelah prasasti Trenggalek kembali, prasasti yang saat ini berada di sebelah pendopo manggala praja nugraha juga ikut dijamasi.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, yang berebeda lagi pada prosesi jamasan pusaka kali ini yakni adanya 2 tambahan pusaka baru pemebrian keraton jogja. 2 Pusaka itu 1 diantaranya berupa tombak wignyamurti, dan yang 1 lainnya berupa song song atau payung. Sementara itu pada tahun tahun sebelumnya, pusaka yang dijamasi hanyalah 2 tombak korowelang, Songsong Tunggul Nogo, dan Panji lambang Kabupaten Trenggalek.
Mas Ipin juga menambahkan, dengan adanya tambahan 2 pusaka baru dan kembalinya prasasti kamulan ke Trenggalek ini, total pusaka yang dijamasi menjadi 7 pusaka. Setelah dilakukan jamasan, pusaka pusaka yang berbentuk tombak dan payung, dan panji panji iitu akan diboyong ke balai desa Kamulan dan menginap disana selama 1 malam. Selanjutnya, pada 31 Agustus, pusaka pusaka itu akan diarak kembali ke Pendopo Manggala Praja Nugraha dalam prosesi peringatan hari jadi ke 829 Trenggalek.
Views: 26

















