Kisah Inspiratif Petani Usia 90 Tahun Asal Trenggalek Naik Haji, Tekat, Perjuangan & Doa jadi Kunci

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Demi penuhi rukun islam yang ke-lima, seorang petani usia 90 Tahun asal Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Trenggalek bulatkan tekat untuk bisa menunaikan ibadah haji. Meski kondisi perekonomian pas pasan, dan bukan kalangan yang bergelimang harta, berkat doa dan tekat yang kuat akhirnya bisa berangkat tahun ini.

Sesuai penuturan kakek Mubasyir, Petani usia 90 Tahun yang menjadi calon jamaah haji tertua dari Trenggalek. CIta cita bisa menunaikan ibadah haji sudah lama ada dibenaknya, karena keterbatasan biaya yang ia miliki akhirnya cita cita tersebut harus menunggu hingga bertahun tahun hingga memiliki cukup uang untuk daftar haji. Alhasil, untuk memenuhi biaya haji, kakek Mubasyir harus menjual sebidang tanahnya. Meski harus menjual tanah, namun Mubasyir justru bahagia bisa gunakan harta bendanya untuk keperluan ibadah haji ke tanah suci.

Sementara itu salah satu anak kakek Mubasyir, Listinganah juga menyampaikan, yang namanya ibadah haji buka hanya tentang kaya atau miskin. Tapi yang namanya ibadah haji adalah panggilan allah SWT. Jadi siapapun mereka yang dipanggil pasti akan dimudahkan untuk bisa menunaikannya. Untuk proses pendaftaran haji ayahnya sebenarnya tidak menabung. Sebenarnya ayahnya sudah lama akan menjual tanah untuk bisaya daftar haji, karena tanahnya tak kunjung laku sesuai harga yang diinginkan, akhirnya untuk daftar haji mencari dana talangan dulu. Setelah daftar, akhirnya selang 2 bulan tanahnya baru laku terjual.

Listinganah juga menambahkan, Setelah tanahnya laku, akhirnya hasil poenjualan tanah tidak hanya untuk biaya pendaftaran haji ayahnya saja, tapi ibunya juga langsung didaftarkan. Karena proses pendaftaran antara ayah dan ibunya berjarak 2 bulan, akhirnya proses keberangkatannya juga tidak bisa bersamaan. Ayahnya bisa berangkat tahun ini sedangkan ibunya masih harus menunggu jadwal tahun tahun berikutnya. Meski belum bisa bernagkat tahun ini, Listinganah juga berharap agar ibunya yang sudah usia lanjut bisa berangkat tahun depan.