Panas & Kejang Usai Imunisasi, Bayi 5 Bulan Akhirnya Meninggal di RSUD Trenggalek

oleh
oleh
Panas & Kejang Usai Imunisasi, Bayi 5 Bulan Akhirnya Meninggal di RSUD Trenggalek.jpeg
Panas & Kejang Usai Imunisasi, Bayi 5 Bulan Akhirnya Meninggal di RSUD Trenggalek.jpeg

TRENGGALEK, bioztv.id – Badan panas hingga kejang kejang setelah mengikuti imunisasi, bayi 5 bulan asal Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya meninggal dunia di RSUD dr.Soedomo. Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya balita ini. Pasalnya, hingga saat ini pihak rumah sakit belum bisa memberikan konfirmasi.

Bayi 5 bulan yang meninggal dunia setelah menjalani imunisasi ini adalah M-A-O-R, anak laki laki dari pasangan Mukono dan Adelia, Warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan. Menurut Kakek Korban, Sugeng menyampaikan, Kejadian meninggalnya korban ini berawal saat cucunya mengikuti imunisasi di Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan pada selasa pagi, 21 Maret 2023. Kemudian pada sore harinya korban mengalami panas hingga malamnya diare. Karena kondisinya tak kunjung membaik, pada Rabu Pagi dibawa ke Bidan. Menurut bidan, kondisi panas setelah imunisasi ini biasa terjadi dan diberi obat penurun panas.

Lebih lanjut Kakek Korban, Sugeng menyampaikan,  Saat obat penurun panas diminumkan pertama dan kedua tidak ada reaksi, namun saat diminumkan yang ketiga kondisi panasnya justru semakin tinggai, bahkan suhu badannya mencapai 39,3 derajat. Karena kondisinya semakin parah, pada Kamis Pagi korban dibawa ke Puskesmas,, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr.Soedomo Trenggalek sudah dalam kondisi koma.

Sugeng juga menambahkan, karena kondisinya koma, saat di RSUD korban diberikan oksigen, hingga akhirnya sekitar pukul 22.00 WIB korban mengalami diare. Selanjtnya pada Jumat dini hari sekitar Pukul 02.00 WIB mengalami pendarahan dari hidung. Kemudian sekitar pukul 5.30 WIB korban menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr.Soedomo Trenggalek. Saat dikonformasi terkait permasalahan ini, Pihak Rumah sakit belum bisa memberikan keterangan. Alasannya masih akan koordinasi dengan pihak dinas Kesehatan Trenggalek terkait permasalahan ini.

Views: 244