TRENGGALEK, bioztv.id – Pedagang pasar pon keluhkan sepinya kunjungan, Bupati Trenggalek mulai siapkan sejumalh strategi yang dimungkinkan bisa dilakukan pasca Pandemi Covid-19. Sementara itu terkait masih adanya ratusan kios yang kosong, pihaknya juga akan lakukan evaluasi. Jika memungkinkan kepemilikan kios juga bisa dicabut
Menurut keterangan Bupati Trenggalek, terkait keluhan pedagang terhadap sepinya penjualan di pasar Pon, saat ini pihaknya sudah persiapkan beberapa strategi. Untuk kondisi saat ini pihaknya masih menghitung kondisi pandemi yang terjadi. Untuk rencana kedepan pihaknya berencana menghidupkan ruas ruas tertentu dijadikan zona kegiatan. Contohnya zona car free night, zona Car Free Day dan lain sebagainya.Disisi lain, kawasan pelataran Pasar Pon kedepannya juga bisa digunakan untuk area kuliner pada jam jam tertentu. Jika disana banyak kegiatan, nantinya akan menambah interaksi yang memungkinkan peningkatan kunjungan di Pasar Pon.
Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, terkait masih banyaknya kios Pasar Pon yang dibiarkan kosong, pihaknya akan segera lakukan evaluasi. Terlebih sesuai kesepakatan, jika dalam kurun waktu 3 bulan berturut turut kios tidak ditempati dengan alasan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan maka kepemilikan bisa dicabut. Sementara itu untuk kondisi saat ini, psikologis pedagang masih berpacu pada korban kebakaran hingga pandemi Covid-19.
Mas ipin juga mengingatkan agar tidak sampai terjadi transaksi jual beli kios. Pasalnya, kios Pasar Pon merupakan aset pemerintah, sehingga sewa jasa yang berlaku hanya antara pengguna dan pemerintah daerah. Jika terbukti ada transaksi jual beli kios, maka urusannya tidak hanya dengan pemerintah daerah saja, namun akan berurusan dengan aparat penegak hukum.
Views: 108
















