Beranda NEWS MOMENT Sejak 2019 Lahan Parkir RSUD Tak Ada Pemasukan, Komisi 4 DPRD Trenggalek...

Sejak 2019 Lahan Parkir RSUD Tak Ada Pemasukan, Komisi 4 DPRD Trenggalek Minta Direktur Bertindak

195

TRENGGALEK, bioztv.id. – Lahan parkir RSUD Dr.Soedomo hingga saat ini tidak ada pemasukan, komisi 4 DPRD Trenggalek minta direktur segera ambil tindakan. Pasalnya, kondisi lahan parkir di rumah sakit tersebut sudah terpasang portal, dan mereka yang parkir juga membayar sesuai tarif. Namun, anehnya justru tidak ada pemasukan ke RSUD.

Saat menggelar rapat perdana bersama 3 OPD mitra pada awal tahun 2022, Komisi 4 DPRD trenggalek mulai lakukan evaluasi kinerja OPD pada Tahun 2021 dan rencana kerja pada Tahun 2022. 3 OPD yang sudah dipanggil kali ini adalah Dinas Kesehatan, RSUD, dan BPBD. Dari hasil evaluasi pada RSUD, Komisi 3 kritisi kondisi lahan parkir yang sejak tahun 20219 hingga saat ini tidak ada pemasukan ke rumah sakit. Terkait hal ini pihak direktur rumah sakit masih akan mempelajari lanjut.

Ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, Sukarudin menyampaikan, selain kritisi lahan parkir tersebut, pihaknya juga meminta agar RSUD segera menata lahan parkir untuk karyawan. Selain itu komisi 4 juga meminta agar warung warung liar dipinggir jalan sekitar RSUD bisa ditertibkan. Artinya, penertiban ini dalam konteks penataan pedagang, bukan sekedar melarang pedagang berjualan. Penataan ini bisa dilakukan dengan menyediakan fasilitas pujasera amaupun solusi lainnya.

Sukarudin juga menambahkan, untuk evalusi BPBD, pada tahun 2021 BPBD mendapat dana rekon dari pemerintah pusat sebesar 19 M dengan persyaratan biaya umum ditanggung APBD. Karena transfer dana rekon sudah meper pada akhir taun dan tidak memungkinkan saat akan di eksekusi, akhirnya pelaksanaannya akan dilakuakn APBD tahun 2022 ini. Pasalnya, dalam pelaksanaan dana tersebut harus ada proses lelang.

Artikel sebelumyaDPRD Trenggalek, Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah Akan Disesuaikan Dengan UU HKPD
Artikel berikutnyaTekan Penyebaran Omicron, Ribuan Guru di Trenggalek Mulai jadi Sasaran Vaksinasi Booster