TRENGGALEK, bioztv.id – Angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Trenggalek cukup tinggi, wakil Gubernur Jawa Timur crosscheck langsung proses penanganan di Kampung halamannya. Pasalnya, sesuai data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, angka kematian di Trenggalek masuk level 4, sedangkan kasus konfimasi pada level 2.
Menurut keterangan Wakil Gubernur Jawa Timur, berkaca dari tingginya angka kematian ini, ada 2 kemungkinan yang terjadi, yaitu, karena angka kematian pasien Covid-19 ini memang lebih tinggi, dan karena banyaknya kasus konfirmasi yang belum ditemukan. Sementara itu dari hasil konfirmasi ke Pemerintah daerah diketahui bahwa, sebenarnya di Trenggalek sudah digencarkan Tracing melalui rapid antigen, tapi datanya tidak keluar di rekap kemenkes, artinya di Trenggalek Bukannya tidak di tracing tapi ada kendala dalam memasukkan laporan.
Lebih lanjut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianyo Dardak menyampaikan, terkait tingginya angka kematian pasien Covid-19 di Trenggalek ini, pihaknya khawatir ini ada kaitannya dengan ketersediaan kapasitas ruang rawat, semenara itu lonjakan pasien yang terjadi ternyata juga kerana rumah sakit darurat Covid-19 tidak sanggunp menghandle pasien yang kondisi semakin memburuk ataupun karena keterbatasan oksigen. Disisi lain, lonjakan pasien itu dimungkinkan juga dari pasien isoman yang kondisinya memburuk, lalu harus segera dirujuk ke RSUD.
Wagub juga menambahkan, angka traching di Trenggalek yang tercatat pada data Kemenkes juga relatif kurang. Bisa jadi ini bukan karena tidak dilakukan traching, namun dimungkinkan akibat terkendala dalam pengisian laporan pada sistem yang disebut dengan SILACAK. Dalam hal ini pemkab Trenggalek juga akan memberikan data pembanding versinya pemkab. Sehingga bisa memungkinkan untuk melakukan analisa situasi terkini di Trenggalek.
Views: 0
















