TRENGGALEK, bioztv.id – Dinilai berdampak buruk terhadap rumah tangga Pemerintah Desa, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Trenggalek tolak rencana refokusing ADD untuk penanganan Covid-19. Jika ADD dipotong, banyak kegiatan di desa yang terganggu, bahkan anggaran insentif gaji RT dan BPD juga terancam tidak ada.
Menurut keterangan ketua asosiasi Kepala Desa (AKD) Trenggalek, jika refokusing alokasi dana desa itu dilakukan, nantinya anggaran alokasi dana desa (ADD) di setiap desa akan berkurang sekitar 30 jutaan. Bagi Pemerintah Desa, nominal itu cukup besar. Terlebih, jika refokusing itu untuk penanganan Covid-19, AKD tetap akan menolak, karena selama ini Pemerintah desa sudah melakukan penanganan yang cukup masif yang diambilkan dari anggaran dana desa.
Lebih lanjut Ketua AKD Trenggalek, Puryono menyampaikan, Selama ini sudah banyak kegiatan penanganan Covid yang dibebankan ke Desa. Jika ADD masih akan di potong lagi, dampaknya sangat luas. ia mencontohkan nantinya anggaran insentif untuk gaji RT, BPD dan sejumlah kegiatan lain di desa terancam berkurang, bahkan tidak ada lagi anggaran yang bisa dialokasikan.
Sebelumnya diketahui bahwa, Tolak rencana refokusing anggaran alokasi dana desa (ADD) untuk penanganan Covid-19, Puluhan perangkat dan Kepala Desa di Trenggalek gruduk kantor DPRD. Mereka meminta Pemerintah Daerah batalkan rencana itu. Jika tidak, para perangkat dan kepala desa se Trenggalek akan mogok kerja hingga menggelar aksi turun jalan.
Views: 57
















