Beranda Business Fighter, Dari Kegagalan Cita Cita Justru Jebol Pasar Nasional Konveksi Sablon &...

Fighter, Dari Kegagalan Cita Cita Justru Jebol Pasar Nasional Konveksi Sablon & Bordir Komputer

1181

TRENGGALEK, bioztv.id – Berawal dari kegagalan cita cita, pengusaha muda asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berhasil dirikan perusahaan konveksi dan bordir komputer terbesar didaerahnya. Dengan dibantu 75 karyawan, perusahaan yang besar dengan brand Fighter ini, sudah mampu menembus pasar konveksi dan bordir komputer berskala nasional.

Fighter corporation ini sudah didirikan sejak 31 juli tahun 2011 oleh Feri Bagus Setiawan. Saat awal berdiri, kondisi Fighter hanyalah sebuah usaha konveksi dan sablon rumahan, yang masih mengandalkan kerjasama dengan vendor vendor lain. Lokasi produksi pertamanya juga berada di rumah orang tuanya, di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Menurut Feri Bagus Setiawan atau yang akrab dipanggil Bagus, berdirinya Fighter ini berawal dari kegagalan cita citanya menjadi seorang TNI, sejak lulus sekolah pada tahun 2008, kemudian pada tahun 2009 ia mencoba daftar menjadi prajurit TNI, namun ia gagal. Kemudian ia mengulangi pendaftaran pada tahun tahun berikutnya, terakhir pada tahun 2011 ia kembali daftar, namun lagi lagi ia gagal menjadi anggota TNI.

Sadar jika usianya sudah menginjak 21 tahun dan tidak mungkin lagi bisa mendaftar anggota TNI, Bagus akhirnya mendirikan usaha konveksi dan sablon dengan brand Fighter. Pendirian usaha ini bukan tanpa alasan, karena ayahnya dahulu juga menekuni profesi bidang konveksi, dan masih memiliki satu set alat lengkap. Dari titik jenuh itulah akhirnya Bagus nekat merekrut karyawan untuk menekuni usaha konveksi dan sablon. Karena keterbatasan jumlah karyawan yang ada, selain gencar mencari costumer baru, pada masa masa itu, sang owner juga terjun langsung mengerjakan orderan sablon maupun konveksi.

Seiring kuatnya tekat untuk maju, setelah 10 tahun berdiri akhirnya Fighter tidak hanya fokus pada konveksi dan sablon saja, namun juga merambah ke bordir komputer, digital printing, printing sublim, dan sablon DTF. Berkat kegigihan sang owner, akhirnya Fighter menjelma menjadi perusahaan terbesar di Kabupaten Trenggalek. 

Saat ini, Fighter memiliki 75 karyawan dan 5 divisi, yaitu divisi konveksi dan sablon, divisi bordir komputer, divisi digital printing dan A3 Plus,  divisi printing sublim, dan yang terbaru adalah sablon DTF.  Saat ini untuk membuat kaos custom, jaket, dan souvenir tidak lagi harus order banyak, karena order dengan jumlah satuan saja bisa dilayani, dengan proses pengerjaan satu hari jadi.

Untuk proses pemasaran, Fighter justru banyak mendapat kepercayaan dari customer  luar kota, bahkan luar pulau. Belum lama ini, Fighter juga baru saja menyelesaikan orderan dari customer yang ada di Raja Ampat Papua.  Kondisi ini membuat Bagus tambah semangat, karena pasar luar kota justru banyak yang masuk ke Trenggalek. Berkaca dari pengalamannya ini, Bagus juga yakin bahwa SDM Trenggalek bisa dan mampu untuk bersaing dalam dunia bisnis.

Saat menekuni bisnisnya, Feri Bagus Setiawan juga pernah menemui customer yang kurang memeprcayainya, hanya karena lokasi investasi bisnisnya di Kabupaten Trenggalek. Kejadian ini juga belum lama, yaitu pada masa masa Pandemi Covid-19 ini. Saat itu ada salah satu customer luar kota yang membutuhkan produk masker scuba dengan jumlah yang cukup besar, tak mau ketinggalan pasar, Fighter juga mengajukan penawaran, namun justru tidak menjadi rujukan customer. Alhasil customer itu mempercayakan produknya kepada salah satu rekan Bagus dari luar kota, namun akhirnya rekannya tersebut justru mempercayakan pengerjaan masker scuba itu pada Fighter. Hal ini bukan tanpa alasan, karena Fighter sudah mampu produksi masker scuba hingga 15.000 biji per hari.

Pada usia yang ke 10 tahun ini, fighter memiliki 3 kantor yang tersebar di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung, kantor dan rumah produksi satu ada di Jl.Diponegoro No.65 A, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Kantor kedua ada di  Jl.I Gusti Ngurah Rai No.12 Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek. Sedangkan kantor dan rumah produksi ketiga ada di  Jl.Fatahillah Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, atau sebelah timur SMAN 1 Tulungagung.