Semrawut, Update Data Pasien Corona Di Trenggalek Tidak Sama Dengan Pusat ?

oleh
oleh
Tindak lanjut hasil tracing kasus penularan Covid-19 dari Cluster kegiatan keagamaan di Kecamatan dongko, Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum munculkan jumlah pasien yang positif terpapar. Meski proses tracing sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, namun datanya belum dimunculkan ke Publlik.
Tindak lanjut hasil tracing kasus penularan Covid-19 dari Cluster kegiatan keagamaan di Kecamatan dongko, Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum munculkan jumlah pasien yang positif terpapar. Meski proses tracing sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, namun datanya belum dimunculkan ke Publlik.

TRENGGALEK, bioztv.id – Pasca muncul cluster penularan baru dan terjadi lonjakan jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Trenggalek, jumlah data yang di update pemerintah daerah jutsru tidak sama dengan update data dari pemerintah pusat. Data yang disajikan pemerintah daerah lebih besar dari data yang disajikan pemerintah pusat.

Menurut keterangan Pjs Bupati Trenggalek, untuk jumlah pasien positif corona yang dirilis per taggal 17 Nopember kemarin ada penambahan sejumlah 22 pasien. Sementara itu mengacu data yang di publis oleh akun Instagram resmi Dinas Kominfo Trenggalek ada penambahan sejumlah 30 pasien, sehingga jumlah total pasien positif ada 457 pasien. Sedangkan mengacu data yang di update oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur, per tanggal 17 Nopember, di Kabupaten Trenggalek ada penambahan sejumlah 22 pasien baru, sehingga jumlah total ada 449 pasien.

Menanggapi ketidak samaan data ini, Pjs Bupati Trenggalek, Beni Sampirwanto menyampaikan, bahwa data yang di Update Kominfo Trenggalek tersebut tidak benar, seharusnya penambahan jumlah pasien pada 17 nopember tersebut hanya 22 pasien. Pihaknya juga menilai jika pihak Kominfo terburu buru mengupdate data yang seharusnya belum di publis tapi sudah di publis mendahului rilis dari pemerintah pusat.

Beni juga menambahkan, untuk menindak lanjuti ketidaksamaan data ini, pihaknya akan segera lakukan klarifikasi ke Dinas Kominfo. Pihaknya juga menekankan bahwa sebenarnya data yang di update Dinas Kominfo tersebut tidak salah, karena mereka juga menerima data real, hanya saja waktu mempublikasikannya yang tidak tepat.

Views: 1