TRENGGALEK, bioztv.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek, Guswanto, menilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
Ia meminta Pemkab Trenggalek lebih agresif menggali potensi penerimaan daerah. Pemerintah tidak perlu langsung menaikkan beban pajak masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu menertibkan perizinan usaha dan mengoptimalkan pemungutan retribusi. Sejumlah sektor dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah.
Soroti Cold Storage Belum Berizin
Salah satu persoalan yang disoroti Guswanto adalah keberadaan usaha penyimpanan ikan di kawasan pesisir. Berdasarkan pemetaan lapangan, terdapat puluhan unit cold storage yang diduga belum mengantongi izin resmi.
“Sejumlah cold storage juga dinilai belum ada izinnya,” ungkap Guswanto di gedung dewan.
Kondisi tersebut dinilai membuat potensi penerimaan daerah dari sektor perikanan belum tergarap optimal. Termasuk kontribusi usaha pabrik tepung ikan dan pabrik es.
Guswanto mendorong Pemkab membentuk tim pembinaan dan penertiban lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Tim tersebut perlu melibatkan Dinas Perikanan, Dinas PUPR, dan DPMPTSP.
Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku usaha melengkapi legalitas. Pemerintah juga dapat mengoptimalkan penerimaan daerah tanpa menghambat iklim investasi.
Retribusi Wisata Watulimo Perlu Diperketat
Selain sektor perikanan, Guswanto menyoroti pengawasan retribusi di kawasan wisata Watulimo. Ia menilai aktivitas wisata malam hari membutuhkan perhatian khusus.
Pengawasan pintu masuk dan objek wisata yang longgar berpotensi memicu kebocoran retribusi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan mekanisme pemungutan berjalan tertib.
Guswanto juga meminta pemerintah mendata dan mengawasi usaha kuliner. Sasaran pengawasan mencakup restoran, rumah makan besar, hingga warung strategis.
“Jangan menambah jumlahnya, tapi yang sudah ada ini bayarkan, supaya tertib lagi,” tegas Guswanto.
Menurutnya, optimalisasi kepatuhan wajib pajak dan retribusi lebih penting daripada sekadar menambah beban masyarakat.
Retribusi Pasar Hewan hingga Event Wisata Jadi Sorotan
Guswanto turut menyoroti potensi retribusi pasar hewan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Ia meminta pemerintah mengoptimalkan pemungutan di Pasar Legi, Pasar Wage Panggul, dan Pasar Hewan Jongke.
Potensi serupa juga terdapat di pasar hewan Tanggaran Pule, Watulimo, hingga Munjungan. Pemerintah perlu memastikan petugas pemungut menjalankan tugas secara optimal.
Di sektor pariwisata, Guswanto mengkritisi penyelenggaraan hiburan dan event yang hanya berorientasi pada kegiatan seremonial. Menurutnya, setiap kegiatan harus memiliki perhitungan dampak ekonomi yang jelas.
Ia mendorong Pemkab menggandeng event organizer (EO) profesional. Namun, penyelenggaraan kegiatan harus memberikan efek pengganda terhadap perekonomian dan PAD.
“Kalau memang ingin tambahan untuk mengadakan event, minimal ending-nya harus menambah PAD,” kata Guswanto.
Guswanto berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan tersebut. Dengan begitu, target PAD dalam dokumen perencanaan daerah tidak sekadar menjadi angka di atas kertas.(CIA)
Views: 3

















