TRENGGALEK, bioztv.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek memilih alat sederhana untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di medan sulit.
Petugas lebih sering mengandalkan gepyokan daripada membawa peralatan semprot modern yang berat. Alat tersebut membantu petugas bergerak menuju titik api di kawasan dengan medan curam.
Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan kondisi medan menjadi pertimbangan utama dalam memilih peralatan pemadam.
Menurut Triadi, alat sederhana justru membantu petugas bergerak lebih mudah ketika menghadapi titik api di lereng.
“Melihat kondisi medan Kabupaten Trenggalek, kami lebih sering memakai alat-alat tradisional, salah satunya gepyokan, Mas,” ujar Triadi Atmono.
Triadi menilai peralatan modern tidak selalu cocok untuk setiap lokasi. Petugas juga harus mengutamakan keselamatan personel ketika menghadapi kebakaran di area berbahaya.
“Gepyokan itu jauh lebih memudahkan pergerakan petugas di lapangan,” tambahnya.
Medan Sulit Jadi Pertimbangan Utama Petugas
Petugas menggunakan gepyokan untuk memukul api yang merambat melalui semak atau serasah daun kering. Alat sederhana tersebut memungkinkan petugas bergerak tanpa membawa perangkat besar.
Kondisi geografis Trenggalek yang berbukit juga memengaruhi strategi pemadaman. Petugas harus menjaga jalur pergerakan dan keselamatan selama menangani titik api.
“Kadang kalau kita pakai peralatan canggih di medan yang sulit dijangkau, kita justru harus ekstra mencermati pengamanan keselamatan personel,” jelas Triadi.
Selain memadamkan api menggunakan gepyokan, BPBD Trenggalek juga membuat langkah pencegahan. Petugas bersama Perhutani memangkas jalur vegetasi untuk membentuk sekat bakar.
“Kami bersama rekan-rekan Perhutani rutin membuat sekat bakar, khususnya pada area lahan milik Perhutani,” terangnya.
Cuaca Panas Bikin Semak dan Serasah Mudah Terbakar
Triadi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi suhu udara yang tinggi. Cuaca panas membuat material kering di kawasan hutan lebih mudah terbakar.
“Suhu panas yang luar biasa belakangan ini mengakibatkan semak belukar dan serasah daun kering sangat mudah terbakar,” kata Triadi.
Karena itu, BPBD tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran muncul. Jajarannya juga memperkuat mitigasi bersama TNI, Polri, dan Perhutani.
BPBD menyebarkan imbauan melalui spanduk, banner, infografis, dan media sosial. Tim gabungan juga menjalankan patroli untuk menemukan potensi titik api sejak dini.
BPBD Imbau Warga Tidak Membakar Lahan
BPBD Trenggalek mengimbau warga tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar. Cara tersebut berpotensi meningkatkan risiko karhutla, terutama di kawasan perbukitan.
“Kami mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat membuka atau membersihkan area pertanian,” tegas Triadi.(CIA)
Views: 5
















