TRENGGALEK, bioztv.id – Kecanduan gadget, perundungan atau bullying, serta tekanan lingkungan pergaulan mulai menjadi perhatian serius dalam peta kesehatan mental pelajar di Kabupaten Trenggalek.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengungkap temuan tersebut setelah menjangkau 181.037 warga hingga Juni 2026. Dari jumlah peserta itu, petugas menemukan 43.448 orang atau sekitar 26 persen memiliki potensi masalah kesehatan jiwa.
Angka tersebut muncul di tengah capaian CKG Trenggalek yang melampaui target nasional. Tim medis telah memeriksa 52,8 persen dari target 343.092 penduduk. Capaian itu melewati batas minimal pemerintah pusat sebesar 46 persen.
Pelajar Masuk Radar Potensi Masalah Kesehatan Mental
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan petugas tidak hanya menemukan potensi gangguan kejiwaan pada kelompok dewasa.
Anak-anak dan remaja usia sekolah juga masuk dalam hasil skrining kesehatan.
“Hasil skrining menunjukkan potensi masalah kejiwaan berada di angka 26 persen. Kelompok usia produktif menyumbang angka tertinggi,” ujar Andiek.
Menurut Andiek, temuan pada kelompok usia sekolah mendorong Dinkes memberi perhatian lebih besar terhadap berbagai faktor yang memengaruhi kondisi psikologis anak.
Bullying dan Kecanduan Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Trenggalek menilai persoalan kesehatan mental pelajar tidak muncul tanpa sebab. Lingkungan sekitar ikut memengaruhi kondisi psikologis anak.
Petugas menemukan bullying sebagai salah satu pemicu yang menonjol. Penggunaan gadget secara berlebihan dan persoalan dalam lingkungan pergaulan juga dapat mengganggu stabilitas emosional pelajar.
“Kasus bullying menjadi salah satu pemicu paling dominan pada anak sekolah,” terang Andiek.
Ia menambahkan bahwa kecanduan gadget dan konflik dalam lingkaran pergaulan dapat memperburuk kondisi kejiwaan anak.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental pelajar tidak hanya berkaitan dengan faktor medis. Tekanan sosial dan pola hidup sehari-hari juga dapat memicu masalah psikologis.
Dinkes Perluas Skrining ke Sekolah
Dinkes Trenggalek tidak menjadikan hasil CKG saat ini sebagai gambaran akhir kondisi kesehatan jiwa pelajar. Pemerintah daerah justru menyiapkan skrining yang lebih luas saat tahun ajaran baru.
“Kami akan menggelar skrining serentak saat memasuki awal tahun ajaran baru,” tegas Andiek.
Dinkes akan mengintegrasikan skrining tersebut dengan agenda CKG khusus anak sekolah. Pemerintah berharap langkah itu dapat menemukan potensi gangguan sejak dini sehingga petugas bisa segera memberikan intervensi.
Puskesmas Tangani Kasus Sesuai Tingkat Risiko
Capaian CKG sebesar 52,8 persen menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat. Namun, temuan 43.448 warga dengan potensi masalah kesehatan jiwa juga menghadirkan tantangan baru bagi pemerintah daerah.
Dinkes akan menindaklanjuti hasil skrining sesuai kondisi masing-masing peserta. Puskesmas menangani kasus ringan melalui pemeriksaan lanjutan, konseling, edukasi, maupun pengobatan.
Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lebih intensif, petugas akan merujuk pasien ke rumah sakit.
“Selama puskesmas masih sanggup melakukan intervensi, petugas akan memberikan pemeriksaan lanjutan atau pengobatan,” jelas Andiek.(CIA)
Views: 3
















