TRENGGALEK, bioztv.id — Dulmungit (83), warga Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, meninggal setelah kebakaran melanda lahan perkebunan miliknya. Lansia tersebut diduga hendak menyelamatkan tanaman kopi ketika api membakar kawasan perkebunan pada Rabu (16/9/2026).
Warga menemukan Dulmungit tewas di areal perkebunan Dusun Pingit Kidul, RT 14/RW 3, Desa Gador, Kamis (17/9/2026) pagi. Polisi menyebut korban mengalami luka bakar parah di sejumlah bagian tubuh.
Korban Berangkat ke Kebun untuk Selamatkan Tanaman Kopi
Sekretaris Desa Gador, Suyono, mengatakan Dulmungit berangkat ke kebun setelah mengetahui api membakar kawasan tempatnya bercocok tanam.
Menurut keterangan keluarga, Dulmungit pergi seorang diri karena panik dan ingin menyelamatkan tanaman kopi miliknya dari kobaran api. Namun, hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
“Pak Dul berangkat sendiri ke tegalan saat mengetahui ada kebakaran di sana,” tutur Suyono.
“Almarhum bermaksud memadamkan api dan mengamankan tanaman kopinya,” lanjutnya.
Keluarga Cari Korban hingga Tengah Malam
Warga mulai melihat api membakar vegetasi di sekitar lahan korban pada Rabu (16/9/2026), sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
Dulmungit kemudian berangkat ke lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.
Keluarga mulai cemas setelah korban belum pulang hingga pukul 16.30 WIB. Mereka bersama warga kemudian mencari Dulmungit ke areal perkebunan.
“Karena hingga pukul setengah lima sore korban belum kembali, keluarga dan warga langsung berinisiatif melakukan pencarian,” kata Suyono.
Warga menyisir area perkebunan yang masih berasap hingga malam. Sebagian warga bahkan bertahan di lokasi sampai tengah malam.
Namun, pencarian malam itu belum menemukan korban. Keluarga dan warga kemudian melanjutkan pencarian setelah menunaikan salat Subuh.
Sekitar pukul 04.30 WIB, warga akhirnya menemukan Dulmungit di antara puing-puing tanaman yang terbakar. Warga mendapati korban sudah tidak bernyawa.
Polisi Periksa Lokasi dan Jenazah Korban
Wakapolsek Durenan, Iptu Dwi Siswo, membenarkan penemuan korban setelah polisi menerima laporan warga pada Kamis pagi.
Dwi mengatakan korban hilang sejak Rabu siang setelah mendatangi kebunnya yang terbakar.
“Informasi dari keluarga mengonfirmasi bahwa korban berangkat seorang diri ke lahan miliknya yang terbakar sejak Rabu pukul 11.00 WIB,” terang Dwi.
Polisi bersama petugas medis kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Tim medis Puskesmas Baruharjo bersama kepolisian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan bekas penganiayaan maupun tanda kekerasan akibat benda tumpul atau benda tajam.
Petugas menemukan luka bakar parah, terutama pada bagian dada dan sejumlah bagian tubuh lainnya.
“Kondisi jasad korban menderita luka bakar parah, terutama di bagian dada,” ujar Dwi.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, polisi menyebut luka bakar menjadi penyebab kematian Dulmungit setelah korban terjebak di lokasi kebakaran lahan.
Polisi Masih Petakan Luas Lahan Terbakar
Polisi belum memastikan luas lahan perkebunan yang terbakar. Petugas masih memprioritaskan evakuasi korban dan penanganan kondisi darurat.
Dwi mengatakan api membakar area perkebunan yang cukup luas. Namun, polisi masih mengumpulkan data untuk menghitung luas lahan secara lebih rinci.
“Area yang terbakar terbilang cukup luas, tetapi kami belum bisa memastikan ukuran hektarnya secara pasti,” pungkas Dwi.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, polisi menyerahkan jenazah Dulmungit kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi juga masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk melengkapi laporan kejadian.(CIA)
Views: 20
















