TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah kembali menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serentak di Kabupaten Trenggalek pada hari pertama Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Namun, di tengah pelaksanaan program nasional tersebut, dua sekolah swasta memilih menghentikan keikutsertaan mereka.
Meski demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keputusan kedua sekolah itu tidak mengganggu pelaksanaan program secara keseluruhan. BGN tetap mengoperasikan 76 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum untuk melayani 151.475 penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek.
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda, mengatakan seluruh dapur MBG langsung beroperasi setelah masa libur sekolah berakhir.
“Sebanyak 76 SPPG sudah siap melayani Program Makan Bergizi Gratis pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027,” ujar Shiella Ammanda, Senin (13/7/2026).
Dua Sekolah Pilih Program Makan Mandiri
Saat mayoritas sekolah menerima distribusi makanan bergizi dari pemerintah, SD Muhammadiyah 1 Trenggalek (SD Inovatif) dan SD-MAS Permata Ummat justru memilih keluar dari Program MBG.
Kedua sekolah mengirimkan surat resmi kepada penyelenggara sebagai bentuk pengunduran diri dari program tersebut.
“Kami sudah menerima konfirmasi bahwa SD Muhammadiyah 1 Trenggalek dan SD-MAS Permata Ummat resmi tidak mengikuti Program MBG,” jelas Shiella.
Keputusan itu sempat menarik perhatian publik karena pemerintah sejak awal merancang Program MBG untuk menjangkau seluruh satuan pendidikan sebagai upaya meningkatkan status gizi peserta didik.
Sebelumnya, manajemen SD Muhammadiyah 1 Trenggalek menjelaskan bahwa mereka ingin mempertahankan program makan siang mandiri yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Pihak sekolah menilai sistem katering internal lebih fleksibel, lebih sesuai dengan selera siswa, dan lebih mudah diawasi dari sisi kebersihan maupun kualitas makanan.
Seluruh Dapur Kini Beroperasi Penuh
Berbeda dengan beberapa bulan lalu ketika BGN menghentikan sementara operasional sejumlah dapur karena belum memenuhi standar pelayanan, kini seluruh dapur telah kembali beroperasi.
Shiella memastikan seluruh mitra SPPG telah memenuhi standar mutu dan keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Saat ini sudah tidak ada lagi dapur atau SPPG yang berstatus suspend,” tegas Shiella.
Dengan seluruh dapur kembali beroperasi, petugas dapat menyalurkan makanan bergizi kepada pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh wilayah Trenggalek tanpa hambatan.
Hari Pertama Berjalan Lancar
BGN mencatat pelaksanaan hari pertama Program MBG berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Tim pengawas juga belum menemukan persoalan yang memerlukan penanganan khusus.
Meski demikian, SPPI tetap meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, serta pelayanan kepada seluruh penerima manfaat.
“Secara umum pelaksanaan hari pertama berjalan sangat baik. Selanjutnya kami akan terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat komunikasi dengan seluruh penerima manfaat,” pungkas Shiella.
Keputusan dua sekolah swasta untuk keluar dari Program MBG memang menghadirkan dinamika baru dalam pelaksanaan program di Trenggalek. Namun, BGN tetap menjaga layanan berjalan normal melalui 76 dapur umum yang setiap hari menyalurkan makanan bergizi kepada lebih dari 151 ribu penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek.(CIA)
Views: 24
















