TRENGGALEK, bioztv.id – Musim libur sekolah yang segera tiba diperkirakan akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Trenggalek. Mengantisipasi tren positif tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek bergerak lebih awal. Mereka merancang berbagai langkah taktis untuk menjamin wisatawan merasa aman, nyaman, dan betah selama berlibur.
Pemerintah daerah juga menggandeng para pengelola destinasi wisata, manajemen hotel, pemilik restoran, rumah makan, hingga pelaku usaha pariwisata lainnya di Bumi Menak Sopal untuk mempersiapkan diri menghadapi musim liburan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mematangkan koordinasi tersebut melalui forum rembuk wisata beberapa waktu lalu. Dalam forum itu, ia meminta seluruh pelaku wisata meningkatkan kesiapan menghadapi potensi lonjakan jumlah pengunjung selama musim liburan sekolah.
“Kami sudah mewanti-wanti seluruh pengelola destinasi agar mengunci kesiapan sumber daya manusia, sarana pendukung, dan standar operasional pelayanan sebelum memasuki puncak masa liburan sekolah,” ujar Tony Widianto, Senin (22/6/2026).
Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas Utama
Menurut Tony, keselamatan pengunjung menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Karena itu, Disparbud meminta seluruh pengelola destinasi memeriksa kembali fasilitas keamanan dan menyiagakan petugas penyelamat di lapangan.
Langkah preventif ini menjadi sangat penting karena sejumlah objek wisata alam berbasis pantai dan perairan di Trenggalek berpotensi menerima lonjakan pengunjung selama masa liburan sekolah.
“Kami tidak boleh mengabaikan keselamatan dan keamanan wisatawan. Kami terus menyurati dan mengingatkan pengelola destinasi agar memastikan seluruh SOP dan perlengkapan penyelamatan benar-benar siap beroperasi,” tegasnya.
Selain fokus pada aspek keselamatan, Disparbud juga mendorong pengelola destinasi meningkatkan kenyamanan pengunjung. Sejumlah pengelola mulai menambah fasilitas kebersihan dan memperbaiki sarana pendukung guna meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
Kawasan Pantai Pasir Putih Simbaronce, misalnya, kini menyediakan lebih banyak tempat sampah terpilah untuk menjaga kebersihan dan keasrian kawasan pesisir dari sampah plastik.
Pelaku Wisata Harus Perkuat Kolaborasi
Menghadapi musim puncak kunjungan, Disparbud juga mendorong seluruh pelaku usaha wisata memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Tony menilai wisatawan saat ini tidak hanya mencari satu destinasi. Mereka membutuhkan informasi perjalanan yang terintegrasi, mulai dari penginapan, kuliner, hingga berbagai aktivitas wisata dalam satu paket perjalanan.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk saling bergandengan tangan dan berkolaborasi. Jangan hanya fokus menjual produk atau tempat sendiri. Mulailah mengenalkan destinasi, hotel, restoran, dan layanan wisata lain yang ada di Trenggalek,” jelasnya.
Melalui strategi kolaborasi tersebut, Disparbud optimistis dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus mendorong perputaran ekonomi sektor pariwisata.
Disparbud Bidik Pasar Sekolah Luar Daerah
Selain membenahi destinasi wisata, Disparbud juga mengintensifkan promosi melalui media sosial dan jaringan lembaga pendidikan di daerah sekitar.
Tim promosi secara aktif menyasar sekolah-sekolah di Kediri, Jombang, dan Mojokerto yang selama ini menjadi penyumbang wisatawan cukup besar ke Trenggalek.
“Kami terus mengoptimalkan promosi digital dan menjalin komunikasi intensif dengan sekolah-sekolah di daerah sekitar. Kami ingin memastikan Trenggalek tetap menjadi pilihan utama wisata edukasi maupun rekreasi selama libur sekolah,” kata Tony.
Wisata Durian Jadi Daya Tarik Baru
Momentum libur sekolah tahun ini juga bertepatan dengan musim panen durian di Desa Wisata Durensari, Kecamatan Watulimo. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan pecinta kuliner dan wisata alam.
“Kebetulan di Durensari saat ini sedang puncak musim durian. Wisatawan bisa menikmati sensasi berburu durian langsung dari pohonnya sekaligus mengikuti berbagai aktivitas wisata desa yang sudah kami kemas dalam satu paket,” ungkap Tony.
Melalui berbagai persiapan tersebut, Disparbud Trenggalek berharap musim libur sekolah tahun ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman berlibur yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap pengunjung.(CIA)
Views: 6

















