Sejumlah Website Pemkab Trenggalek Diserang Hacker Judi Online, Kominfo Pilih Matikan Server

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPeretas menyusupi sejumlah website resmi milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan konten judi online. Menyikapi serangan siber tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Trenggalek langsung mengambil langkah darurat dengan mematikan sementara server yang terdampak guna mencegah gangguan meluas ke sistem digital lainnya.

Serangan siber itu melumpuhkan beberapa situs penting milik pemerintah daerah, di antaranya website Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag), Bagian Organisasi Setda Trenggalek, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA).

Sekretaris Dinas Kominfo Trenggalek, Mudiono, menjelaskan bahwa tim teknis segera melakukan mitigasi begitu mendeteksi adanya gangguan pada sejumlah website pemerintah daerah.

“Tim mendeteksi serangan siber pada beberapa website pemerintah daerah. Sebagai langkah awal, kami sengaja mematikan sementara server agar gangguan ini tidak menjalar ke sistem yang lain,” ujar Mudiono.

Peretas Hanya Menyisipkan Konten Judi Online

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku tidak mencuri data maupun membobol sistem utama pemerintah daerah. Pelaku hanya menyisipkan konten promosi judi online pada tampilan halaman website yang terdampak.

Kominfo memastikan tim teknis tidak menemukan indikasi pencurian atau kebocoran data sensitif dari server pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, tim teknis yang mendalami kasus ini tidak menemukan adanya kerusakan pada data-data di server. Peretas tidak melakukan upaya pengambilan data,” jelas Mudiono.

Mudiono menambahkan, pelaku hanya memanipulasi tampilan luar website sehingga situs pemerintah menampilkan iklan judi online yang tidak semestinya muncul.

Kominfo Matikan Server untuk Bersihkan Sistem

Kominfo memutuskan menonaktifkan sementara server yang terdampak untuk mempermudah proses pembersihan sistem dan mengamankan layanan digital lainnya dari potensi penyebaran serangan.

Saat ini, tim teknis terus memantau sistem sekaligus menginvestigasi celah keamanan agar seluruh layanan benar-benar aman sebelum kembali beroperasi.

“Kami terus memperbaiki dan memantau sistem agar website yang terdampak bisa segera normal kembali dan masyarakat bisa menggunakannya seperti biasa,” katanya.

Server Berbeda, Website SPMB 2026 Tetap Aman

Di tengah gangguan yang menimpa sejumlah situs pemerintah, Kominfo memastikan layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 tetap berjalan normal.

Panitia SPMB menggunakan server yang berbeda dan terpisah dari server website yang terserang hacker sehingga proses pendaftaran tidak mengalami gangguan.

“Alhamdulillah, website untuk SPMB 2026 berjalan dengan sangat baik. Sistem tersebut menggunakan server yang berbeda dengan server yang terdampak serangan,” tegas Mudiono.

Kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi ribuan calon siswa dan orang tua yang saat ini masih mengikuti proses penerimaan peserta didik baru di Kabupaten Trenggalek.

Tim Teknis Terus Menutup Celah Keamanan

Hingga saat ini, Kominfo belum dapat memastikan kapan seluruh website yang terdampak akan kembali beroperasi. Tim teknis masih menyisir seluruh sistem dan kode program untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang tersisa.

“Kami masih mendalami perkiraan waktu penyelesaiannya. Tim teknis belum bisa memberikan target jam atau hari yang pasti, tetapi kami merespons masalah ini secepat mungkin agar layanan publik kembali normal,” ungkapnya.

Kominfo juga mengimbau masyarakat agar tidak panik. Tim memastikan serangan siber tersebut hanya memengaruhi tampilan luar website dan tidak mengancam keamanan data pemerintah maupun data kependudukan yang tersimpan dalam sistem. (CIA)

Views: 7