TRENGGALEK, bioztv.id – Masa libur sekolah tahun ini tidak hanya mengosongkan ruang-ruang kelas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek juga ikut berhenti sementara. Akibatnya, ribuan penerima manfaat-mulai dari siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita-untuk sementara tidak lagi menikmati pasokan makanan bergizi selama masa liburan berlangsung.
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara program tersebut melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode hari libur dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Pemilik SPPG Karangsoko 1 Trenggalek, Imam Waldy, memastikan pihaknya menghentikan seluruh aktivitas produksi dapur dan distribusi makanan selama masa libur sekolah.
“Mengikuti agenda hari libur sekolah, kami mengistirahatkan total proses memasak maupun jalur distribusi,” ujar Imam Waldy.
Lebih dari 2.000 Penerima Manfaat Ikut Terdampak
Yayasan Lumbung Boga Sakti melalui SPPG Karangsoko selama ini melayani 2.064 penerima manfaat setiap hari.
Tim dapur melayani tidak hanya pelajar, tetapi juga kelompok rentan kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selama masa libur sekolah, seluruh penerima manfaat tersebut untuk sementara tidak menerima menu makanan bergizi seperti biasanya.
Penghentian sementara ini menjadi jeda operasional terpanjang sejak program MBG berjalan rutin di wilayah Trenggalek.
Puluhan Relawan Dapur Ikut Libur
Penutupan sementara dapur juga berdampak pada para relawan yang selama ini memasak dan mendistribusikan makanan.
Imam, yang akrab disapa Kimpling, menjelaskan bahwa manajemen meliburkan seluruh relawan dapur selama masa penghentian operasional. Karena tidak bertugas, para relawan juga tidak menerima insentif selama periode libur tersebut.
“Selama hari libur sekolah ini, kami meliburkan total para relawan. Mereka juga tidak menerima insentif atau bayaran,” tegas Kimpling.
Meski menghentikan aktivitas produksi, manajemen tetap menugaskan sejumlah petugas inti untuk bekerja secara bergilir. Kepala dapur, staf administrasi keuangan, dan petugas keamanan tetap menjalankan tugas guna menjaga kebersihan fasilitas serta keamanan aset SPPG selama masa libur.
Kader Desa Mengaku Belum Menerima Informasi Lengkap
Penghentian sementara program MBG juga memunculkan kebingungan di tingkat lapangan. Sejumlah petugas desa mengaku belum menerima informasi secara lengkap terkait jadwal penghentian program tersebut.
Usfatul Khasanah, kader Posyandu Pluto sekaligus Person in Charge (PIC) penyaluran MBG di Desa Karangsoko, mengaku belum memperoleh petunjuk teknis secara rinci mengenai masa libur program.
“Mengenai liburan ini, kami justru belum menerima informasi resmi apakah program ini berlanjut atau ikut libur,” ungkap Usfatul.
Menurutnya, selama ini tim lapangan rutin menyalurkan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tanpa kendala berarti. Di Desa Karangsoko sendiri, ia mencatat terdapat 33 penerima manfaat aktif dalam kategori 3B.
“Selama ini kami belum pernah libur panjang. Seingat saya, program ini hanya libur saat hari raya Idulfitri kemarin saja. Setelah momen itu, kami terus mendistribusikan MBG bagi kelompok 3B tanpa putus,” jelasnya.
Warga Berharap Program Segera Berjalan Kembali
Meski program berhenti sementara, Usfatul menilai MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan gizi kelompok rentan dan anak-anak.
Ia berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera melanjutkan program tersebut setelah masa libur sekolah berakhir, sembari terus meningkatkan kualitas pelaksanaannya.
“Saya melihat program ini sudah sangat bagus untuk pemenuhan gizi warga, mungkin ke depan pemerintah tinggal meningkatkan lagi kualitasnya,” harap Usfatul.(CIA)
Views: 11

















