Hari Fraksi Ke-4, PKB Trenggalek Kawal Keluhan Disabilitas, UMKM, hingga Nasib Pembantu Modin

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Warga menyampaikan keluhan soal jalan rusak, pemasaran digital UMKM yang mandek, hingga minimnya kesejahteraan pembantu modin dalam agenda “Hari Fraksi” yang digelar DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Trenggalek, Jumat (22/5/2026).

Melalui forum dialog bertajuk “Jumat Rakyat Dekat Tanpa Sekat”, DPC PKB Trenggalek membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada anggota legislatif Fraksi PKB.

Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, mengatakan agenda rutin tersebut kini memasuki pelaksanaan keempat dan terus menjadi wadah efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat akar rumput.

“Hari ini, Jumat, 22 Mei 2026, kami melaksanakan kegiatan Hari Fraksi yang keempat dengan tema ‘Jumat Rakyat Dekat Tanpa Sekat’. Warga menyampaikan beberapa hal krusial dalam pertemuan kali ini,” ujar Sukarodin.

Gula Aren Trenggalek Tembus Pasar Internasional

Sektor UMKM menjadi salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam forum tersebut. Para perajin gula aren asal Trenggalek mengaku telah berhasil memasarkan produk mereka ke luar negeri.

Sukarodin menjelaskan, para pelaku usaha lokal mengirimkan gula aren ke sejumlah negara untuk memenuhi kebutuhan pekerja migran dan warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Namun, para perajin belum memanfaatkan marketplace digital secara maksimal.

“Penjualan UMKM gula aren ini sebenarnya sudah go international. Mereka sudah mengirimkan produknya ke beberapa negara. Namun sayangnya, produk ini justru belum masuk ke marketplace populer seperti Shopee, Tokopedia, dan platform lainnya,” terang Sukarodin.

PKB pun berkomitmen membantu pelaku UMKM mengembangkan pemasaran digital agar produk lokal mampu memperluas pasar domestik maupun global.

Selain itu, pelaku usaha roti bolu juga meminta dukungan alat produksi modern untuk meningkatkan kualitas dan higienitas produk. Sementara itu, pengrajin anyaman bambu mengeluhkan keterbatasan alat kerja dan membutuhkan mesin irat bambu mekanis untuk mempercepat proses produksi.

“Kami meminta berbagai pelaku UMKM tadi untuk segera membentuk kelompok resmi. Lewat kelompok tersebut, kami akan memberikan pembinaan intensif dan mereka bisa mengajukan proposal bantuan alat sesuai kebutuhan masing-masing,” jelas Sukarodin.

Warga Watulimo Keluhkan Jalan Rusak

Persoalan infrastruktur juga menjadi sorotan warga Kecamatan Watulimo, khususnya masyarakat Desa Pakel. Mereka mengeluhkan kerusakan parah di ruas jalan penghubung Wonorejo menuju Pasar Sebo.

Menurut laporan warga, pemerintah terakhir kali membangun jalan tersebut pada 2013, saat Kabupaten Trenggalek dipimpin Bupati Mulyadi-Kholiq.

“Jalan utama itu terakhir kali mendapatkan sentuhan pembangunan pada tahun 2013 silam, tepatnya semasa kepemimpinan Bupati Mulyadi-Kholiq. Setelah era itu, belum ada lagi proyek pembangunan di sana,” ungkap Sukarodin.

Ia menilai keluhan warga sangat wajar karena kondisi jalan rusak telah menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Jika Fraksi PKB tidak berjuang sekuat tenaga untuk mengawal aspirasi rakyat ini di parlemen, tentu kami merasa berdosa besar kepada konstituen,” tegasnya.

PKB Siap Perjuangkan Nasib Pembantu Modin

Dalam forum yang sama, warga juga menyoroti kesejahteraan pembantu modin yang selama ini belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah.

Padahal, pembantu modin memiliki peran penting dalam urusan sosial dan keagamaan di desa, mulai membantu kegiatan ibadah hingga memimpin prosesi pemakaman ketika modin utama berhalangan hadir.

Namun karena tidak berstatus perangkat desa resmi, para pembantu modin belum menerima penghasilan tetap (Siltap) maupun fasilitas tanah bengkok.

“Pembantu modin ini mengurusi banyak hal sensitif yang berkaitan langsung dengan bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Sayangnya, regulasi belum memasukkan mereka sebagai perangkat desa,” kata Sukarodin.

PKB menegaskan akan membawa isu kesejahteraan pembantu modin ke parlemen agar pemerintah segera menyusun kebijakan yang berpihak kepada mereka.

“Negara perlu hadir memberikan campur tangan di sini. Fraksi Kebangkitan Bangsa berkomitmen penuh untuk mengawal dan memperjuangkan formula kesejahteraan yang layak bagi para pembantu modin,” pungkas Sukarodin.(CIA)

Views: 10