TRENGGALEK, bioztv.id – Harga berbagai jenis plastik kemasan di Kabupaten Trenggalek masih bertahan di level tinggi hingga pertengahan Mei 2026. Kondisi ini mulai memaksa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencari cara baru untuk menekan biaya produksi yang terus membengkak.
Para pelaku usaha kini mulai melirik kemasan alternatif berbahan kertas agar operasional bisnis tetap berjalan tanpa membebani konsumen secara berlebihan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, mengonfirmasi bahwa harga plastik masih bertahan naik sekitar 40 hingga 50 persen dibanding harga normal.
“Kami sudah berkomunikasi dengan para pedagang, dan faktanya harga plastik masih tetap tinggi seperti kenaikan kemarin. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan turun,” ujar Saniran.
UMKM Kuliner Paling Terdampak
Saniran menjelaskan bahwa kenaikan harga paling terasa di sektor kuliner dan makanan siap saji yang menggunakan plastik dalam jumlah besar setiap hari.
Meski demikian, para pelaku usaha mulai mengambil langkah antisipasi agar usaha mereka tetap bertahan. Sebagian pelaku UMKM menyesuaikan volume produk, sementara lainnya menaikkan harga jual secara bertahap.
“UMKM yang menggunakan plastik dalam jumlah besar memang terdampak. Tapi, mereka mulai mengantisipasi hal ini, baik dengan menyesuaikan volume produk maupun harga jual,” tambahnya.
Pelaku Usaha Mulai Beralih ke Kemasan Kertas
Saniran melihat perubahan tren penggunaan kemasan di kalangan UMKM Trenggalek. Banyak pelaku usaha kini mulai meninggalkan plastik dan beralih menggunakan bahan kertas.
“Kami melihat ada potensi besar pada penggunaan kertas sebagai kemasan. Jadi, pelaku usaha tidak harus selalu bergantung pada plastik,” jelas Saniran.
Pedagang Sebut Kenaikan Harga Paling Parah
Kenaikan harga plastik juga membuat pedagang pasar resah. Salah satu pedagang plastik di Pasar Basah Trenggalek, Catur Hermanto, menyebut lonjakan harga kali ini sebagai yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
“Biasanya kenaikan harga itu hanya di kisaran Rp500 sampai Rp1.000. Tapi sekarang, harganya langsung melonjak puluhan ribu rupiah,” keluh Catur.
Ia merinci sejumlah kenaikan harga plastik di lapaknya:
- Plastik kresek naik dari Rp36.000 menjadi Rp65.000 per ikat.
- Gelas cup plastik naik dari Rp13.000 menjadi Rp24.000 per slop.
- Styrofoam naik dari Rp39.000 menjadi Rp45.000.
Lonjakan harga yang terjadi hampir di semua jenis produk memaksa Catur menaikkan harga jual kepada konsumen.
“Karena semua jenis plastik naik bersamaan, mau tidak mau saya harus ikut menyesuaikan harga jual,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan akan terus memantau pergerakan harga bahan kemasan di pasar sekaligus mengawasi dampaknya terhadap keberlangsungan UMKM lokal.(CIA)
Views: 3
















