TRENGGALEK, bioztv.id – Aktivitas jual beli hewan kurban di Kabupaten Trenggalek mulai meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Untuk menjamin keamanan konsumen, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek rutin menerjunkan tim kesehatan hewan guna memeriksa kondisi ternak di pasar maupun peternakan warga.
Salah satu pemeriksaan berlangsung di Pasar Hewan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, Senin (11/5/2026). Tim kesehatan hewan menyisir area pasar dan memeriksa kondisi fisik setiap sapi serta kambing yang para pedagang tawarkan kepada pembeli.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, memastikan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi hewan kurban masih aman dari penyakit menular, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Alhamdulillah, kami tidak menemukan hewan sakit yang dijual pedagang. Hewan-hewan ini berasal dari berbagai wilayah di Trenggalek, seperti Pule, Tugu, Dongko, hingga Pogalan,” ujar Ririn di sela pemantauan.
Dinas Peternakan Kejar Target 24 Ribu Dosis Vaksin
Ririn menjelaskan bahwa dinas menerapkan strategi pengawasan ganda, yakni pemeriksaan fisik langsung di pasar serta vaksinasi door to door kepada peternak dan pedagang.
Menurutnya, kesadaran peternak di Trenggalek juga terus meningkat. Para peternak kini aktif melaporkan gangguan kesehatan ternak kepada petugas.
“Biasanya peternak langsung mengarantina hewan yang sakit dan memanggil petugas kami untuk melakukan vaksinasi,” katanya.
Selain memperketat pengawasan, Dinas Peternakan juga mempercepat vaksinasi PMK tahap kedua di seluruh wilayah Trenggalek.
“Progres vaksinasi tahap kedua saat ini sudah melampaui 50 persen. Kami menargetkan seluruh proses selesai pada awal Juni dengan total sekitar 24 ribu dosis vaksin,” jelas Ririn.
Harga Sapi Naik Hingga 30 Persen
Menjelang Idul Adha, harga hewan kurban mulai merangkak naik. Ririn menyebut harga kambing saat ini berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.
Namun, lonjakan harga paling tinggi terjadi pada komoditas sapi. Penurunan populasi ternak di lapangan membuat harga sapi melonjak tajam.
“Kenaikan harga sapi mencapai hampir 30 persen dibanding tahun lalu karena populasi ternak memang menurun,” tambahnya.
Pedagang Kambing Mulai Kebanjiran Pembeli
Di sisi lain, para pedagang kambing mulai menikmati peningkatan permintaan masyarakat. Misriyanto (60), pedagang asal Desa Jombok, Kecamatan Pule, mengaku penjualannya mulai ramai sejak awal Mei.
“Alhamdulillah, hingga hari ini saya sudah menjual lima ekor kambing, dan stok di rumah masih ada 10 ekor lagi,” kata Misriyanto.
Untuk menjangkau lebih banyak pembeli, Misriyanto rutin berkeliling mengikuti hari pasaran di berbagai kecamatan.
“Saya berjualan keliling, mulai dari Durenan, Pule, sampai Pasar Tanggaran. Saya pastikan semua kambing ini asli dari Trenggalek,” pungkasnya.
DIsnakkan Trenggalek mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memilih hewan kurban. Masyarakat perlu memastikan ternak dalam kondisi aktif, sehat secara fisik, serta telah memiliki tanda vaksinasi resmi guna mencegah penyebaran PMK.(CIA)
Views: 11

















