TRENGGALEK, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek belum sepenuhnya berjalan mulus. Hingga awal Mei 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) masih menghentikan sementara operasional satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena pengelola belum memenuhi standar sarana dan prasarana nasional.
Dapur MBG yang masih berstatus suspend tersebut berada di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan dan dikelola oleh Yayasan Bamboe Future.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, mengonfirmasi bahwa saat ini hanya tersisa satu dapur yang belum kembali beroperasi.
“Tinggal satu saja yang masih kami suspend, yakni di Kecamatan Bendungan milik Yayasan Bamboe Future,” ujar Sunarto.
Sarpras Jadi Kendala Utama
Sunarto menjelaskan bahwa pengelola dapur masih menyelesaikan pemenuhan fasilitas pendukung sehingga operasional belum bisa kembali berjalan.
“Hambatannya ada pada proses pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras),” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengelola wajib memenuhi standar fasilitas karena hal itu berkaitan langsung dengan kualitas makanan dan keamanan distribusi gizi bagi penerima manfaat.
Satgas Perketat Pengawasan Dapur MBG
Setelah menemukan sejumlah pelanggaran teknis di beberapa lokasi sebelumnya, Satgas MBG Trenggalek kini memperketat pengawasan di seluruh SPPG. Tim Satgas rutin melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan agar pengelola tidak mengulangi kesalahan serupa.
“Kami mengedepankan pencegahan melalui monitoring, evaluasi, dan pembinaan secara rutin,” katanya.
Selain melakukan pengawasan, Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional juga terus mendampingi Yayasan Bamboe Future agar segera menyelesaikan pembenahan fasilitas sesuai standar operasional.
Empat Dapur MBG Sempat Ditutup
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional sempat menghentikan operasional empat dapur MBG di Trenggalek akibat berbagai pelanggaran teknis.
Selain dapur di Desa Srabah, tiga dapur lain yang sempat terkena suspend berada di Desa Pogalan (Kecamatan Pogalan), Desa Tasikmadu (Kecamatan Watulimo), dan Desa Ngetal (Kecamatan Pogalan). Petugas menemukan berbagai pelanggaran, mulai dari tidak adanya tenaga ahli gizi hingga standar kebersihan dapur yang belum memadai.
Namun kini, tiga dapur tersebut sudah kembali beroperasi setelah pengelola melengkapi seluruh persyaratan yang diminta BGN.(CIA)
Views: 13
















