TRENGGALEK, bioztv.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sapi di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan. Berkurangnya populasi ternak pasca-wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam dua tahun terakhir mendorong lonjakan harga di pasaran.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terasa sejak di tingkat peternak hingga pasar hewan.
“Harga sapi memang naik jika kita bandingkan dengan tahun lalu. Salah satu penyebab utamanya adalah populasi ternak yang jauh berkurang,” jelas Ririn.
Populasi Sapi Turun Drastis
Ririn mencontohkan kondisi di lapangan yang menunjukkan penurunan drastis jumlah ternak. Banyak peternak yang sebelumnya memelihara lima ekor sapi, kini hanya memiliki dua hingga tiga ekor. Bahkan, sebagian warga memilih berhenti beternak.
“Dulu peternak bisa punya lima sapi, sekarang tinggal tiga. Bahkan, ada juga yang sudah tidak memelihara sapi lagi,” ujarnya.
Harga Sapi Kurban Mencapai Rp25 Juta
Tim Disnakkan memantau langsung harga di lapangan dan menemukan bahwa sapi ukuran kurban kini rata-rata menyentuh Rp25 juta per ekor. Angka ini naik sekitar Rp2 juta dibanding tahun lalu yang berada di kisaran Rp23 juta per ekor.
“Untuk sapi seharga Rp25 juta tersebut, estimasi daging bersih (karkas) mencapai sekitar 120 kilogram,” terang Ririn.
Ia memprediksi harga akan terus naik seiring meningkatnya permintaan, terutama dari pembeli luar daerah yang berburu hewan kurban di Trenggalek.
Trenggalek Tetap Pasok Jakarta dan Tangerang
Meski populasi lokal menurun, Ririn memastikan stok ternak di Trenggalek masih cukup untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha. Trenggalek juga tetap memasok sapi ke kota besar seperti Jakarta dan Tangerang.
“Stok masih aman dan tercukupi. Kami juga tetap melayani pengiriman ke luar daerah,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi pada kambing dan domba. Permintaan dari Surabaya, Malang, hingga Jakarta terus meningkat.
Permintaan Kambing Meningkat, Harga Ikut Naik
Meski stok kambing relatif melimpah, lonjakan permintaan menjelang hari raya mulai mendorong kenaikan harga.
“Harga kambing naik karena permintaan meningkat tajam,” jelas Ririn.
Para pengepul kini aktif berburu kambing di pasar lokal untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
“Biasanya mereka mengumpulkan 300 hingga 500 ekor, lalu mengirimnya ke luar kota sesuai pesanan,” imbuhnya.
Puncak Transaksi Diprediksi Mei 2026
Ririn memprediksi puncak transaksi akan terjadi pada Mei 2026. Saat ini, aktivitas distribusi ternak sudah meningkat, terlihat dari banyaknya kendaraan luar kota yang masuk ke Trenggalek.
“Pembeli dari luar kota sudah mulai berdatangan. Kemungkinan puncaknya terjadi pada bulan Mei,” katanya.
Imbauan bagi Peternak dan Pembeli
Pemerintah mengimbau peternak untuk menjaga kesehatan ternak dan memastikan vaksinasi PMK sudah dilakukan. Sementara itu, pembeli diminta lebih selektif saat memilih hewan kurban.
“Kami memastikan ternak yang keluar-masuk Trenggalek dalam kondisi sehat dan telah melewati pemeriksaan petugas,” pungkas Ririn.(CIA)
Views: 10
















