Progres Bendungan Bagong Trenggalek Baru Capai 60 Persen, Target Rampung Molor 2029

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPemerintah terus mengebut pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek. Saat ini, progres fisik proyek telah mencapai 60 persen, dengan target operasional penuh pada 2029.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan BBWS Brantas, Senna Ananggadipa Adhitama, menegaskan tim proyek terus menjalankan pembangunan secara stabil. Ia mengakui tim menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan sisa kendala pembebasan lahan di tahap awal.

“Kami terus melanjutkan pembangunan Bendungan Bagong. Progres fisik sudah mencapai 60 persen dan target selesai pada 2029. Kami juga akan mempercepat jika kondisi memungkinkan,” ujar Senna.

Anggaran Tambah Rp600 Miliar

Senna menyebut kebutuhan anggaran proyek meningkat signifikan. Awalnya, proyek ini membutuhkan sekitar Rp2,1 triliun, namun kini mendapat tambahan sekitar Rp600 miliar untuk mendukung percepatan dan penyempurnaan konstruksi.

“Tahun ini kami mengalokasikan sekitar Rp130 miliar dengan serapan anggaran sudah mencapai 80 persen. Angka ini lebih baik dibanding tahun lalu yang hanya 60 persen,” jelasnya.

Fokus Pekerjaan pada Struktur Utama

Tim proyek kini memfokuskan pekerjaan pada struktur utama bendungan, seperti main dam, timbunan, dan spillway. Senna memastikan proses pembebasan lahan hampir rampung.

“Sisa lahan tinggal sekitar 2 persen. Dulu kami menandatangani kontrak pada 2018, tetapi baru bekerja efektif pada 2021–2022 karena kendala lahan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan tidak ada kendala teknis besar dalam pembangunan. Senna menjelaskan bahwa longsoran di area proyek terjadi karena karakter tanah koloidal yang labil, namun kondisi tersebut tidak mengganggu struktur utama bendungan.

Kapasitas Tampung 17 Juta Meter Kubik

Bendungan Bagong dirancang mampu menampung hingga 17 juta meter kubik air dengan luas genangan mencapai 200 hektare. Infrastruktur ini akan memperkuat ketahanan air dan mendukung sektor pertanian di Trenggalek.

Pemerintah pusat juga memberi perhatian khusus terhadap proyek ini. Dalam kunjungan kerja Wakil Presiden RI baru-baru ini, pemerintah menilai progres pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat tetap lancar agar proyek ini selesai tepat waktu dan segera memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Senna.

Bendungan Bagong diproyeksikan menjadi infrastruktur kunci untuk mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air di wilayah selatan Jawa Timur.(CIA)

Views: 7