TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan seluruh siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) secara normal usai libur Lebaran. Meski sempat muncul wacana peralihan ke sistem daring (online) demi efisiensi BBM, Dinas Pendidikan Trenggalek tetap menjadwalkan hari pertama masuk sekolah pada Senin, 30 Maret 2026.
Keputusan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak mengubah skema belajar dalam waktu dekat. Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, menjelaskan bahwa pemerintah pusat belum mengeluarkan kebijakan resmi terkait penerapan sekolah daring.
“Secara umum kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Mekanisme belajar mengajar tentu akan menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan nantinya,” ujar Edy.
Isu Efisiensi BBM: Mengapa Muncul Wacana Sekolah Online?
Wacana pembelajaran daring mencuat sebagai strategi untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah menggulirkan ide ini untuk menjaga stabilitas anggaran negara sekaligus meringankan pengeluaran harian masyarakat.
Edy mengakui bahwa efisiensi BBM berdampak langsung pada pengeluaran masyarakat. Ia juga membuka kemungkinan penerapan sekolah jarak jauh jika pemerintah pusat benar-benar menginstruksikannya, dengan pola yang mirip saat pandemi Covid-19.
“Jika nanti pusat menginstruksikan online seperti saat pandemi, kami sangat memungkinkan untuk melaksanakannya,” tambahnya.
Dinas Pendidikan Tunggu Juknis Resmi
Senada dengan Sekda, Kepala Bidang Pemetaan dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Trenggalek, Wawan Catur Prasetyo, memastikan bahwa pihaknya belum menerima Petunjuk Teknis (Juknis) terkait perubahan sistem belajar.
“Siswa tetap masuk tanggal 30 Maret dengan sistem tatap muka. Terkait wacana daring di bulan April, kami masih menunggu Juknis resmi dari pusat,” tegas Wawan.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan bersikap adaptif. Pengalaman mengelola pembelajaran daring selama pandemi menjadi modal kuat jika kebijakan efisiensi BBM benar-benar diterapkan di sektor pendidikan.
Prioritas Kualitas Pembelajaran
Meski siap menyesuaikan kebijakan, Dinas Pendidikan Trenggalek tetap memprioritaskan kualitas pembelajaran siswa. Karena belum ada skema rinci terkait hubungan sekolah daring dengan efisiensi BBM, seluruh satuan pendidikan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Kami akan segera bergerak jika ada arahan resmi. Tujuannya agar proses belajar tetap optimal bagi siswa meski skemanya berubah,” pungkas Wawan.
Keputusan untuk tetap menggelar sekolah tatap muka ini memberikan kepastian bagi orang tua dan siswa setelah libur panjang Lebaran. Untuk saat ini, ruang-ruang kelas di Trenggalek dipastikan kembali ramai oleh aktivitas belajar mengajar.(CIA)
Views: 35
















