Dukung Siswa Berlatih Puasa, SD Inovatif Trenggalek Tolak Kiriman MBG Selama Ramadan 1447

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idSD Inovatif Trenggalek mengambil langkah tegas pada Ramadan 1447 Hijriah dengan menolak distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci. Pihak sekolah memilih fokus melatih siswa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.

Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi, menyatakan dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pihak dapur penyedia sejak dua pekan sebelumnya.

“Dua minggu lalu saya sudah sampaikan ke pihak dapur agar menghentikan sementara kiriman MBG selama Ramadan. Fokus kami melatih anak-anak untuk berpuasa,” tegas Ikhsan.

Utamakan Pendidikan Karakter dan Spiritual

Ikhsan menegaskan sekolah mempertimbangkan aspek pendidikan karakter dan pembentukan spiritual siswa, bukan sekadar teknis distribusi makanan. Ia mengapresiasi peran orang tua yang membangunkan anak untuk sahur dan memotivasi mereka menahan lapar.

Menurutnya, kehadiran makanan di sekolah pada siang hari berpotensi mengganggu proses belajar puasa anak.

“Meskipun mereka masih latihan, misalnya berpuasa sampai Zuhur, itu tetap proses belajar yang penting. Kalau kami menerima makanan di sekolah pada siang hari, godaannya sangat besar. Latihan puasanya bisa gagal karena tergoda makan. Karena itu, kami menolak kiriman selama Ramadan,” jelasnya.

Berlaku Sementara Selama Ramadan

Ikhsan memastikan sekolah hanya memberlakukan kebijakan ini selama Ramadan. Setelah Idul Fitri atau Ramadan berakhir, sekolah kembali mengikuti mekanisme distribusi MBG seperti biasa.

“Penolakan ini khusus selama Ramadan. Setelah itu, jika masih ada jatah kiriman, kami akan kembali mengikuti mekanisme normal,” tambahnya.

Pihak sekolah juga telah menyampaikan kebijakan tersebut secara lisan kepada wali murid dan menerima respons positif dari orang tua siswa.

Usulkan Konversi Dana Jadi Bantuan Tunai

Selain menolak distribusi makanan, Ikhsan mengusulkan alternatif agar manfaat program tetap dirasakan siswa. Ia mendorong pengelola program mengonversi alokasi dana MBG selama Ramadan menjadi bantuan tunai.

“Saya mengusulkan agar selama Ramadan alokasinya berbentuk uang tunai. Misalnya Rp15 ribu per anak; Rp10 ribu untuk tambahan menu buka puasa dan Rp5 ribu bisa ditabung untuk membeli baju Lebaran. Skema ini bisa lebih bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.

Melalui keputusan ini, SD Inovatif Trenggalek menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan pembentukan karakter spiritual siswa selama Ramadan. (CIA)

Views: 32