Warga Keluhkan Jalan Rusak Akibat Proyek SR, PUPR Trenggalek Pastikan Ada Perbaikan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Proyek pengurukan lahan calon Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek kembali menyita perhatian publik. Setelah proses tender sempat gagal, kini warga mengeluhkan kerusakan jalan di Desa Ngares akibat lalu lintas truk pengangkut tanah uruk. Dinas PUPR Trenggalek memastikan akan bertanggung jawab penuh dan menempatkan perbaikan jalan permanen sebagai prioritas setelah proyek utama selesai.

Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, menyampaikan bahwa penataan lahan sudah mulai berjalan sejak penandatanganan kontrak pada 6 November.

“Penataan lahan untuk urukan calon lokasi Sekolah Rakyat memang sudah berlangsung. Kami teken kontraknya pada 6 November kemarin,” ujar Anjang.

Kegagalan Tender, PUPR Genjot Pengadaan Lewat Katalog Mini Kompetisi

Anjang menjelaskan bahwa proses pengadaan proyek sempat terhambat. UKPBJ sebelumnya mencoba melakukan tender cepat, tetapi tidak satu pun penyedia lolos dalam evaluasi. Kondisi tersebut memaksa PUPR bergerak lebih cepat untuk mengejar waktu pengerjaan yang terbatas.

“Proses tender cepat kemarin gagal karena tidak ada penyedia yang lolos evaluasi UKPBJ. Setelah pengembalian berkas ke kami, kami harus bergerak cepat karena waktu pengerjaan memang terbatas,” jelasnya.

PUPR kemudian memilih menggunakan mekanisme katalog mini kompetisi dan langkah itu langsung membuahkan hasil.

“Kami menindaklanjuti lewat katalog mini kompetisi, dan alhamdulillah ada penyedia yang terpilih. Saat ini proyek sudah berkontrak,” kata Anjang.

Total anggaran penataan lahan mencapai Rp 2,5 miliar yang mencakup biaya perencanaan serta pengerjaan fisik.

Truk Uruk Rusak Jalan Desa, PUPR Perintahkan Perbaikan Darurat

Di lapangan, mobilitas truk bermuatan tanah dalam volume besar dari Sungai Temon, Desa Ngares menyebabkan kerusakan signifikan pada jalan desa. Jalan yang tidak dirancang menahan tonase tinggi itu cepat mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas warga.

Anjang mengakui bahwa dampak tersebut sulit dihindari.

“Kegiatan pengangkutan dengan volume kendaraan besar pasti berdampak pada kerusakan jalan yang dilewati,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PUPR telah memerintahkan penyedia proyek untuk segera menangani kerusakan sementara.

“Kami sudah menyampaikan kepada penyedia, kalau kerusakannya mengganggu warga, maka mereka harus melakukan perbaikan sementara,” tegasnya.

Perbaikan Permanen Masuk Prioritas APBD 2026

Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan akan melakukan perbaikan permanen setelah pekerjaan urukan selesai. Anjang menegaskan bahwa PUPR sudah memasukkan kebutuhan perbaikan jalan Desa Ngares dalam prioritas anggaran 2026.

“Setelah pekerjaan urukan selesai, kami memprioritaskan perbaikan permanen melalui APBD 2026. Lokasinya nanti termasuk area sekitar Sungai Temon yang mengalami kerusakan cukup besar,” terang Anjang..(CIA)

Views: 33