Datangkan 4 Ahli, Disperinaker Trenggalek Latih UMKM Kuasai Digital Marketing dan Live Selling

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kini mengubah arah pembinaan pelaku usaha secara signifikan. Jika selama ini pelatihan wirausaha sering menitikberatkan proses produksi, pemerintah kini mendorong para pelaku usaha menguasai aspek yang lebih krusial: pemasaran digital, model bisnis, dan kemampuan berpikir kritis.

Perubahan fokus ini tampak jelas dalam Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan yang berlangsung pada 18–19 November 2025 di Gedung Bhawarasa. Sebanyak 20 pelaku usaha rintisan dari berbagai sektor mengikuti program tersebut. Narasumber profesional dari Malang menyiapkan empat materi utama tentang pemasaran modern.

Sekda Trenggalek: Tantangan Utama UMKM Ada di Digitalisasi

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa pemerintah merancang pelatihan ini untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha, bukan sebagai formalitas tahunan.

“Tahun 2025 ini, kami melaksanakan kegiatan strategis bagi wirausahawan di Trenggalek. Fokusnya bukan hanya berproduksi, tetapi bagaimana mereka bisa mengembangkan diri di tengah digitalisasi,” ujar Edy.

Edy menegaskan bahwa para pelaku usaha telah menguasai kemampuan teknis produksi. Menurutnya, tantangan terbesar UMKM hari ini muncul pada sisi pemasaran dan kemampuan membangun jejaring usaha.

“Pelatihan ini mendorong kreativitas, inovasi, pemanfaatan e-commerce, dan kemampuan berpikir kritis untuk mengevaluasi diri,” lanjutnya. “Pelaku usaha perlu berkolaborasi, tidak bekerja sendiri. Mereka juga harus aktif berkomunikasi dan konsisten mendampingi usaha dengan kreativitas.”

Empat Kunci Materi: Dari Analisis Bisnis hingga Strategi Live Selling

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perinaker Trenggalek, Sarkun, menjelaskan bahwa pemerintah merancang pelatihan ini khusus bagi peserta yang sudah memulai usaha agar hasilnya lebih terukur.

“Kami melibatkan 20 peserta, semuanya pelaku usaha rintisan asal Trenggalek. Pelatihan selama dua hari ini fokus penuh pada pengembangan usaha dan peningkatan pemasaran digital,” jelasnya.

Empat narasumber dengan keahlian berbeda memberikan materi yang bisa peserta terapkan secara langsung:

  • Zainul Abidin, SE: Analisis Peluang Usaha dan Model Bisnis
  • Yudi Alfan: Optimasi Akun Jualan di Media Sosial
  • Ahmad Mauludi: Affiliate Marketing & Kolaborasi Kemitraan
  • Deni Andis Ifnu Solim: Optimasi Penjualan Produk melalui Live Selling

Sarkun menegaskan bahwa pemerintah memasukkan pelatihan ini ke dalam langkah jangka panjang penguatan ekonomi daerah.

“Kami ingin pelaku usaha tetap produktif setelah pelatihan. Mereka harus mampu mengembangkan bisnisnya dan bersaing di era digital,” tegasnya.

Paradigma Baru: UMKM Trenggalek Kejar Strategi Bisnis Global

Pelatihan ini menandai pergeseran paradigma lama. Pemerintah kini menempatkan aspek pemasaran, digitalisasi, dan strategi bisnis sebagai fondasi utama pengembangan UMKM. Menurut Sarkun, pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding pola lama yang hanya fokus pada teknik produksi.

“Ini penting di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, perubahan pola konsumsi digital, dan kebutuhan kolaborasi yang semakin kuat antar pelaku usaha,” jelasnya.

Sarkun berharap pelatihan yang lebih fokus dan terstruktur ini mampu melahirkan wirausahawan yang tidak hanya mahir memproduksi barang, tetapi juga memahami pasar dan mampu menjalankan strategi promosi yang tepat. (CIA)

Views: 31