Event Gagal Pasca Kisruh PKL Alun Alun Trenggalek, Tendensi Kepentingan Hearing Jadi Sorotan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pembatalan event Pasar Rakyat di Alun-Alun Trenggalek kian memanas. Sebuah hearing yang melibatkan perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL), pemerintah daerah, dan DPRD Trenggalek diduga memicu keputusan pembatalan ini. Namun, banyak pihak menilai aksi hearing tersebut tidak mewakili suara mayoritas PKL. Kini, hampir semua pelaku usaha yang sudah bersiap mengikuti event tahunan ini merasakan dampak buruk dari keputusan tersebut.

Relawan Suket Teki Trenggalek menyayangkan proses hearing yang mereka anggap tidak transparan dan sarat dengan kepentingan kelompok tertentu. Mereka menilai keputusan itu terlalu terburu-buru dan tidak mempertimbangkan rekam jejak pelaku hearing serta kepentingan PKL secara menyeluruh.

Tendensi Kepentingan Pribadi Jadi Sorotan Relawan

“Kami melihat, keputusan kemarin tidak berdasarkan pada track record maupun problematika sebenarnya. Justru kami melihat ada tendensi kepentingan pribadi dan kelompok,” ujar Trimo Dwi Cahyono, Pimpinan Relawan Suket Teki Trenggalek.

Menurut Trimo, kelompok yang hadir dalam forum dengar pendapat tersebut tidak jelas mewakili siapa. Pasalnya, banyak PKL lain yang selama ini aktif berdagang di Alun-Alun justru merasakan manfaat dari event tahunan tersebut.

“Padahal ini menyangkut hajat hidup banyak orang. Kalau bicara PKL, ya harus menyeluruh. Tapi yang kemarin hadir itu tidak mewakili semuanya. Bahkan yang dirugikan kini justru lebih banyak dari yang katanya kisruh dengan EO,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan fakta di lapangan yang cukup kontras. Setelah pamflet resmi event Pasar Rakyat tersebar, banyak PKL langsung mendaftar secara mandiri dan membayar uang muka (DP). Menurutnya, itu membuktikan bahwa event ini memang dinanti-nanti oleh para pelaku usaha.

“Logikanya begini, kalau mereka memang tidak setuju, tentu tidak akan mendaftar. Tapi nyatanya, setelah pamflet muncul, mereka justru berebut daftar. Tidak ada paksaan. Mereka ikut karena memang event ini menguntungkan,” ujar Trimo.

Dampak Pembatalan: Kerugian Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Publik

Event tahunan di Alun-Alun Trenggalek selama ini dikenal sebagai salah satu momen penting bagi pelaku UMKM dan PKL untuk meningkatkan pendapatan. Pembatalan sepihak ini dinilai bukan hanya merugikan secara ekonomi. Kebijakan ini juga berpotensi menciptakan ketidakpercayaan terhadap proses pengambilan keputusan publik.

“Jangan sampai forum-forum resmi justru jadi alat kelompok tertentu untuk memaksakan kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri,” pungkas Trimo.(CIA)

Views: 200