Afrandi Karsanifan, Arsitek Muda Trenggalek yang Gratiskan Jasa Desain Masjid dan Ponpes

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah tingginya biaya jasa arsitek profesional, seorang pemuda asal Trenggalek mengambil langkah berbeda. Afrandi Karsanifan, arsitek muda sekaligus satu-satunya arsitek profesional bersertifikat dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Trenggalek, memilih jalan pengabdian. Ia menggratiskan jasa desain untuk bangunan sosial.

Afrandi mengerjakan desain untuk masjid, musala, pondok pesantren, hingga sekolah berbasis keagamaan tanpa memungut bayaran. Ia telah menjalankan dedikasi sosial ini sejak awal kariernya, dan kini jangkauannya sudah mencapai berbagai wilayah di Indonesia.

“Sejak lulus kuliah dulu, saya beberapa kali membantu mendesain masjid, pondok pesantren, rumah tahfidz, dan lainnya. Untuk bangunan sosial seperti itu, saya gratiskan. Tidak ada biaya jasa sama sekali,” ungkap Afrandi kepada bioztv.id.

Lebih dari 15 Bangunan Sosial Didesain Gratis: Dari Trenggalek hingga Banten

Setelah lulus dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 2016, Afrandi tidak hanya membangun studio arsiteknya sendiri, HADE Arsitek Studio, tetapi juga aktif menyumbangkan keahliannya bagi masyarakat.

Ia telah membantu lebih dari 15 bangunan sosial tanpa biaya. Proyek-proyeknya mencakup 6 masjid di Trenggalek, serta beberapa proyek lain di Malang dan Cilegon, Banten. Desain yang Afrandi berikan tidak sekadar denah, melainkan juga mencakup konsep tata ruang, estetika, dan fungsionalitas bangunan.

“Bagi yang ingin menggunakan jasa saya, bisa langsung DM ke Instagram @afrandi_k atau kunjungi website saya di www.afrandika.com,” tambahnya.

Arsitek Profesional IAI Pertama di Trenggalek, Edukasi Pentingnya Desain

Dedikasinya di dunia arsitektur kini makin diakui. Tiga bulan terakhir, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) resmi mengukuhkan Afrandi sebagai arsitek profesional. Ia menjadi satu-satunya arsitek IAI yang aktif di Trenggalek hingga saat ini.

Status ini menegaskan kualitas dan legalitasnya sebagai arsitek, sekaligus menunjukkan bahwa keahlian profesional bisa menjadi sarana kontribusi sosial yang nyata.

Afrandi menyadari tantangan terbesar menjadi arsitek di daerah: kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proses desain yang matang dalam pembangunan.

“Banyak bangunan dibangun seadanya, tanpa perencanaan arsitektur yang baik. Padahal, desain yang tepat membuat pembangunan lebih efisien, hemat anggaran, dan berfungsi maksimal,” jelasnya.

Lebih dari itu, ia juga berharap kesadaran arsitektural bisa merambah ke tata kelola perkotaan di Trenggalek, agar pembangunan lebih terstruktur dan ramah lingkungan.

Arsitektur untuk Kebaikan Sosial: Inspirasi dari Afrandi Karsanifan

Kisah Afrandi Karsanifan menginspirasi kita semua bahwa arsitektur bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan juga bisa menjadi jalan pengabdian dan amal jariyah. Di tengah dunia yang serba komersial, ia membuktikan bahwa profesionalisme dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan.

Melalui desainnya, Afrandi membangun lebih dari sekadar bangunan; ia membangun harapan, semangat gotong royong, dan jejak kebaikan yang nyata.(CIA)

Views: 142