TRENGGALEK, bioztv.id – Kekeringan yang melanda Kabupaten Trenggalek membuat warga berjuang keras demi mendapatkan air bersih. Lokasi kekeringan terparah di Trenggalek terjadi di Kecamatan Panggul. Dilokasi ini, mulai dari ibu-ibu, hingga nenek lanjut usia tampak antre mengisi galon dan jeriken. Mereka berharap mendapatkan air kiriman tengah krisis berkepanjangan.
Suasana haru terlihat saat proses distribusi air bersih di RT 20 dan RT 21 Desa Besuki, Kecamatan panggul, Trenggalek. Di tengah antrean, terlihat seorang nenek lanjut usia terlihat gigih menggendong jeriken air demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski kondisi fisik sudah terlihat renta, namun semangat berjuang untuk mendapatkan air bersih seolah tak pernah padam.
Triadi Atmono, Kepala BPBD Trenggalek, mengatakan bahwa kekeringan yang melanda Trenggalek kali ini telah berdampak cukup serius. Untuk kekeringan yang melanda Desa Besuki, KecamatanPanggul ini telah berlangsung sekitar dua bulan. Dampaknya, menyebabkan warga sepenuhnya bergantung pada distribusi air yang dilakukan BPBD dan sejumlah lembaga lainnya.
“Kami bersama pihak terkait, termasuk TNI dan Polri, mendistribusikan air bersih sebanyak 5.500 liter di wilayah yang terdampak paling parah,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Trenggalek, ada 70 desa dari total 157 desa di Trenggalek yang terdampak kekeringan. Kondisi terburuk terjadi di Kecamatan Panggul, di mana hampir semua desa kesulitan air bersih.
“Di Kecamatan Panggul, hampir merata semua desa menghadapi krisis air. Kami akan terus mengupayakan pengiriman air ke wilayah terdampak setiap hari,” ungkap Triadi.
Berkaca dari data BPBD Trenggalek, bencana kekeringan parah ini tak hanya di Desa Besuki, Kecamatan Panggul. Bencana kekeringan telah meluas hingga ke 14 kecamatan di Trenggalek. Meski distribusi air terus dilakukan, jumlahnya sering kali tak mencukupi kebutuhan warga. Triadi memastikan bahwa BPBD akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak demi mengatasi kekurangan air bersih ini.
“Kami akan terus bergerak dan bersinergi agar warga tidak kekurangan air, meski kondisi alam belum mendukung,” tutupnya.(CIA)
Views: 1
















