TRENGGALEK, bioztv.id – Rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menerapkan kemasan sama atau plain packaging bagi produk rokok menuai kekhawatiran. Model kemasan seragam ini dinilai bisa mengancam industri rokok kecil dan memberi keuntungan besar bagi peredaran rokok ilegal. Selain itu, pendapatan negara dari cukai rokok diprediksi menurun drastis.
Calon Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini, ikut menyoroti rancangan kebijakan ini. Menurutnya, kebijakan desain dan bentuk kemasan rokok yang sama dapat menjadi “karpet merah” bagi rokok ilegal yang tidak membayar cukai.
“Kalau bungkus rokok dari semua merek terlihat sama, ini membuka peluang bagi rokok ilegal membuat tiruan desain seperti rokok bercukai. Ini akan memicu persaingan yang tidak sehat,” ujar Risma saat di Trenggalek.
Risma menambahkan, kebijakan ini tidak hanya merugikan produsen rokok resmi, tetapi juga berpotensi menghancurkan sumber pendapatan dari cukai. Jika pendapatan cukai anjlok, dana bagi hasil yang diberikan pemerintah kepada daerah juga akan berkurang. Kondisi ini diyakini dapat memengaruhi pembangunan di daerah.
“Padahal, dana ini penting untuk mendukung pembangunan dan membantu masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada industri tembakau, seperti petani dan pekerja pabrik rokok,” jelasnya.
Kekhawatiran ini muncul seiring dengan adanya draft Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik.
Dalam Pasal 5 ayat (1) draft tersebut, diatur ketentuan standardisasi kemasan rokok yang meliputi bentuk dan desain seragam. Bentuk kemasan rokok harus kotak persegi panjang dan bersudut tegas, bahkan, warna kemasan juga wajib menggunakan Pantone 448 C.
Selain itu, merek rokok wajib dicetak dengan font Arial berukuran tertentu dan tanpa hiasan gambar atau tulisan tambahan.
“Kebijakan seperti ini memang bertujuan untuk mengurangi konsumsi tembakau, tapi kita juga harus realistis,” jelas Risma.
Menurut Risma, Kalau peredaran rokok ilegal semakin marak, maka yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat dan industri tembakau yang berizin.
“Selain industri kecil terguncang, pemerintah juga kehilangan pemasukan dari cukai, dan akhirnya masyarakat yang dirugikan,” kata Risma.
Mengingat dampak rancangan plain packaging kemasan rokok ini cukup besar, Risma berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan ini lebih matang. Ia berharap pemerintah bisa lebih bijak dalam mencari solusi agar kesehatan terjaga, tapi ekonomi tetap berjalan.
“Jangan sampai kebijakan ini justru membuat industri tembakau resmi kalah bersaing dengan rokok ilegal,” tutup Risma.(CIA)
Views: 8
















