Dampingi UMKM Desa Cipinang, Mahasiswa ITB-AD di Bogor Dongkrak Pemasaran Kripik Pisang

oleh
oleh
Dampingi UMKM Desa Cipinang, Mahasiswa ITB-AD di Bogor Dongkrak Pemasaran Kripik Pisang
Dampingi UMKM Desa Cipinang, Mahasiswa ITB-AD di Bogor Dongkrak Pemasaran Kripik Pisang

BOGOR, bioztv.id – Dampingi pelaku UMKM di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) di Kabupaten Bogor dongkrak pemasaran kripik pisang.  Berawal dari identifikasi problem, akhirnya sejumlah solusi konkrit terbukti memberikan manfaat bagi pelaku UMKM lokal.

Desa Cipinang, yang terletak sekitar 42 kilometer dari pusat pemerintahan kota, dikenal dengan hasil pertanian yang melimpah, terutama pisang. Desa ini didominasi oleh berbagai jenis pisang seperti pisang raja, pisang kepok, dan pisang lilin. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, para ibu rumah tangga setempat memanfaatkan pisang menjadi olahan kripik pisang.

“Namun, pemasaran produk ini masih menemui berbagai kendala,’ ujar mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Novia.

Lebih lanjut Novia juga mengungkapkan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan masyarakat agar lebih berkembang.

“Ini termasuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemasaran produk mereka,” jelas Novia.

Dalam proyek MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang berfokus pada peningkatan pemasaran UMKM kripik pisang di Desa Cipinang, Novia berhasil mengidiidentifikasi beberapa masalah.

“Masalah utamanya antara lain, Keterbatasan Pengetahuan dan Keterampilan Pemasaran, Akses Terbatas ke Pasar yang Lebih Luas, Kemasan yang Kurang Menarik, Minimnya Pemanfaatan Media Sosial, dan Hambatan Logistik dan Distribusi,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Novia juga beberkan beberapa solusi. Diantarnya, yang pertama memberikan “Pelatihan Pemasaran Digital“.

“Pelatihan ini bisa dalam bentuk workshop tentang branding dan cara membangun merek yang kuat,” kata Novia.

Solusi kedua, dengan “Penggunaan Platform E-commerce dan Media Sosial“. Tujuan dari pemanfaatan platform online ini  tak lain untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Solusi ketiga harus memberikan “Pengembangan Produk dan Desain Kemasan“. Tujuannya agar bisa membuat kemasan produk menjadi lebih menarik dan profesional.

Langkah ke-empat dengan memebrikan pelatihan “Strategi Media Sosial dan Konten Kreatif“. Tujuannya agar membuat foto produk menjadi lebih profesional. Selain itu bisa membuat video tutorial, hingga testimoni pelanggan.

Sedangkan langkah yang kelima harus menjalin “Kerjasama dengan Penyedia Jasa Pengiriman“. Tujuannya dari langkah ini agar lebih mudah dalm proses pengiriman barang ke luar kota. Selain itu agar bisa memberikan tarif khusus untuk pengiriman produk UMKM.

Novia menegaskan jika dilaksanakan dengan baik, kegiatan ini akan mampu manfaat yang signifikan bagi banyak pihak. Khususnya pelaku UMKM, pemerintah desa, maupun mahasiswa yang terlibat.

“Manfaat bagi Pelaku UMKM, mereka akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk,” jelas Novia.

Sementara itu, manfaat Bagi Pemerintah Desa, Program ini akan meningkatkan ekonomi lokal, mengurangi pengangguran, dan memberikan citra positif desa. Sedangkan manfat Bagi Mahasiswa, mereka bisa mengembangkan keterampilan soft skill, dan berkontribusi secara sosial.

“Mahasiswa yang terlibat akan memiliki peluang untuk membuka jaringan profesional yang baru,” imbuh Novia.

Setelah menjalani berbagai tahapan pelasanaan, program pemberdayaan UMKM di Desa Cipinang terbukti membuahkan hasil. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam bidang branding dan pengembangan produk.

“Meski demikian, pendampingan intensif masih diperlukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan kualitas produk serta kemasan,” ujar Novia.

Novia menambahkan, Untuk memaksimalkan program, kerjasama dengan karang taruna dan generasi milenial yang lebih paham mengenai media sosial dan pemasaran digital juga sangat dianjurkan.

“Dengan adanya kerjasama yang baik antara pelaku UMKM, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, kita optimis UMKM kripik pisang di Desa Cipinang dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal,” pungkasnya.(CIA)

Views: 4