TRENGGALEK, bioztv.id – Pulang kampung ke Trenggalek & Buka Workshop Cepak. Arumi Bachsin ingatkan pentingnya mencegah perkawinan usia anak. Arumi juga sebut jika perkawinan anak itu cukup komplek. karena tidak hanya berhadapan dengan anak atau keluarga inti saja, tapi juga keluarga besar, budaya dan pihak berwenang yang ada disitu.
Usai membuka Workshop Pencegahan perkawinan anak (Cepak) di Gedung Bhawarasa Trenggalek, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin menyampaikan, Pernikahan anak ini banyak yang bilang dikategorikan sebagai privasinya keluarga. Dampaknya, warga enggan saat pemerintah masuk kedalam untuk mencegahnya. Sehingga sebelum terjadinya pendaftaran pernikahan diharapkan antara anak anak dan orang tua mempunyai pemahaman yang sama.
Sementara itu, Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini menerangkan, Angka perkawinan anak di Trenggalek mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada Tahun 2021 angka pernikahan anak mencapai 3,8%, Pada Tahun 2022 turun menjadi 6%, sedangkan pada tahun 2023 ini turun menjadi 2,1%.
Arumi Bachsin juga menjelaskan, Awalnya menikahkan anak mungkin untuk mensejahterakan kelaurga, namun saat mereka belum terlalu siap untuk menikah muda justru bisa membuat garis kemiskinan yang turun temurun. Karena terkadang ketidaksiapan mental dan ketidaksiapan kemapanan secara ekonomi bisa membuat seseorang yang belum berkembang justru bisa terperosok.
Views: 28
















