TRENGGALEK, bioztv.id – Setelah selama dua tahun digelar dengan sejumlah pembatasan, tradisi nyadran dam bagong di Kabupaten Trenggalek kembali meriah. Salah satu momen paling ditunggu tunggu yakni saat kepala kerbau dilempar dari atas dam, kemudian warga ramai ramai berlomba menyelam ke dasar dam untuk mendapatkannya.
Upacara adat , bersih dam bagong atau yang lebih dikenal dengan nyadran ini digelar oleh para petani di kawasan Dam Bagong , Kelurahan Ngantru , Kecamatan Trenggalek , Kabupaten Trenggalek , Jawa Timur. Sebelum prosesi pelemparan kepala kerbau ke dalam Dam Bagong, potongan kepala kerbau ini terlebih dahulu diarak keliling kampung menuju makam sesepuh Trenggalek , Ki Ageng Menak Sopal. Para petani dan sesepuh desa melakukan ziarah makam.
Pada momen nyadran ini, salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu masyarakat adalah prosesi pelemparan kepala kerbau serta aneka tulang dan kulit kerbau ke dalam Dam Bagong . Sejumlah warga yang telah menunggu di bawah dam langsung menceburkan diri ke dalam dam untuk berebut mencari potongan kepala kerbau.
Salah para peserta yang ikut saling berebut kepala kerbau, Fajar Pratama menyampaikan, ia merasa cukup senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rencana kepala kerbau tersebut akan dimasak beramai-ramai bersama teman-temannya. Ia juga berharap berharap dengan adanya tradisi ini, para petani di kawasan Trenggalek bisa mendapat panenan yang melimpah dan dijauhkan dari serangan hama.
Menurut cerita rakyat, Kepala kerbau yang di lempar tersebut merupakan simbol dari pengorbanan, sekaligus pengganti kepala gajah putih yang konon digunakan untuk sesaji proses pembangunan dam. Dalam legenda yang diceritakan secara turun-temurun, saat membangun dam tersebut, menak sopal selalu mengalami kegagalan. Atas saran dari gurunya, ia pun di minta untuk mengorbankan sekor gajah putih untuk sesaji.
Views: 541
















