TRENGGALEK, bioztv.id – Tradisi lempar kepala kerbau pada momen nyadran Dam bagong menjadi salah satu atraksi unik pariwisata di Trenggalek. Tradisi ini merupakan wujud sedekah para petani atas hasil panen yang selama ini dialiri dari Dam Bagong. Selain itu juga menjadi momen mengenang berdirinya bangunan bersejarah tersebut.
Mengacu eketrangan Bupati Trenggalek, Kegiatan nyadran dam bagong ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap setahun sekali. Kegiatan ini juga dikenal dengan sebutan bersih desa. DI Trenggalek sendiri hampir seluruh desa memiliki tradisi bersih desa sendiri sendiri. Sedangkan di kawasan kota Trenggalek, salah satu tradisi bersih desa ini disebut dengan Nyadran Dam Bagong. Kegiatan ini menjadi momen mengingat kembali perjuangan kanjeng adipati menak sopal yang dulunya sudah berhasil membangun Dam Bagong ini. Sehingga aliran dari Dam ini bisa untuk mengairi lahan pertanian di kawasan kota Trenggalek hingga Kecamatan Pogalan.
Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, Tradisi Nyadran ini sebenarnya bukan karena adanya hal mistis. Namun, para Petani percaya jika siapa yang bersyukur nanti nikmatnya akan ditambah. Jadi tradisi nyadran ini merupakan sedekahnya petani yang beryukur karena dam bagong selalu mengairi sawah mereka hingga bisa panen.
Nur Arfin juga menambahkan, salah satu momen paling seru dari tradisi Nyadran Dam Bagong ini adalah tradisi berebut kepala kerbau hingga kulit dan tulangnya. Sebelumnya, kepala kerbau beserta kulit, dan tulang tulangnya dilempar dari atas dam bagong. Smeentara itu sejumlah warga sudah mengantri dibawah dam untuk berlomba lomba mendapatkannya. Momen ini menjadi salah satu atraksi menarik untuk pariwisata di Trenggalek.
Views: 1435
















