Tak Ditemui Bupati Trenggalek, Warga Terdampak bendungan Bagong Lantunkan Sholawat Jibril

oleh
oleh
Tak ditemui Bupati, warga terdampak Bendungan Bagong lantunkan sholawat Jibril saat demo di depan Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Para peserta demo juga mengaku aksi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga aspirasinya bisa diakomodir Pemerintah.
Tak ditemui Bupati, warga terdampak Bendungan Bagong lantunkan sholawat Jibril saat demo di depan Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Para peserta demo juga mengaku aksi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga aspirasinya bisa diakomodir Pemerintah.

TRENGGALEK, bioztv.id – Tak ditemui Bupati, warga terdampak Bendungan Bagong lantunkan sholawat Jibril saat demo di depan Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Para peserta demo juga mengaku aksi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga aspirasinya bisa diakomodir Pemerintah.

Berdasarkan keterangan koordinasi aksi, salah satu tuntutan utama warga terdampak bendunagn Bagong adalah meminta proses pembebasan lahan segera dituntaskan, khusunya untuk 7 bidang lahan yang hingga saat ini belum ada kesepakatan. Dalam hal ini warga menuntut nilai ganti rugi yang layak, artinya, nominal ganti rugi itu bisa untuk membeli lahan baru yang seluas dan sepotensi lahan warga yang ada saat ini. Pasalnya, nominal harga ganti rugi yang ada saat ini dinilai tidak bisa untuk membeli lahan baru yang sesuai.

Lebih lanjut  Koordinator Aksi, Agung Susilo menjelaskan, mengingat pembangunan Bendungan Bagong ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) pihaknya menuntut agar Pemerintah daerah komitmen untuk segera menuntaskan pembebasan lahan dengan harga yang layak.

Agung juga menambahkan, pada aksi demo penyampaian aspirasi didepan Pendopo Manggala Praja Nugraha ini, warga pemilik 7 bidang tanah turut mengajak ahli warisnya. Artinya, aksi ini diikuti oleh orang tua sebagai pemilik lahan, anak, hingga cucunya. Mereka mengajak ahli waris untuk turut berjuang hingga mendapatkan nominal ganti rugi lahan yang layak.

Views: 0