TRENGGALEK, bioztv.id – Kepulangan satu keluarga asal Trenggalek yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua, diwarnai isak tangis dan cerita haru selama dirinya berada diperantauan. Satu keluarga tersebut terdiri dari suami istri dan ketiga anaknya, yang sebelumnya berprofesi sebagai karyawan bengkel di Wamena.
Satu keluarga korban kerusuhan wamena yang pulang ke Trenggalek tersbeut adalah, Rukhani, Muslimah, dan ketiga anaknya. Dalam kesehariannya di Wamena, Rukhani bekerja sebagai karyawan bengkel. Menurut pengakuan Rukhani, ia memilih pulang ke Trenggalek karena di daerah tempatnya bekerja sedang terjadi konflik. Rukhani sempat menjadi korban pengeroyokan massa yang tidak dikenal hingga pingsan ketika menjemput anaknya sekolah. ketika sadar ia sudah dirawat di rumah sakit. Sesampainya di Trenggalek, Rukhani mengaku senang bisa pulang dengan selamat.
Sementara itu, muslimah yang merupakan istri Rukhani menceritakan, sebelumnya aktivitas di wamena biasa biasa saja, kemudian tiba tiba ada ratusan massa yang berada di dekat sekolah yang dikira tawuran pelajar biasa. setelah itu dirinya menyuruh Rukhani menjemput anaknya sekolah. namun belum sampai menjemput anaknya, Rukhani sudah dikeroyok oleh massa tersebut.
Muslimah juga menyampaikan, saat terjadi kerusuhan, tiap ada orang yang melintas dilokasi tersebut langsung menjadi sasaran massa. Dirinya juga mengaku sampai tidak berani keluar rumah karena rumahnya sudah dilempari batu. Meski dirinya sempat trauma karena kejadian tersbeut, namun muslimah mengaku masih ingin kembali ke wamena jika kondisi sudah kondusif kembali. Terlebih dirinya juga sudah tinggal di Wamena selama kurang lebih 8 tahun.
Views: 248

















