Beranda Lifestyle Awal Tahun 2019, Hutan Mangrove Cengkrong Trenggalek Menjadi Rujukan Wisatawan Luar...

Awal Tahun 2019, Hutan Mangrove Cengkrong Trenggalek Menjadi Rujukan Wisatawan Luar Kota

1051

TRENGGALEK, bioztv.id – Musim liburan tahun baru 2019, Kawasan wisata hutan mangrove pancer cengkrong Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek kembali menjadi salah satu destinasi wisata alam rujukan wisatawan luar kota. Hal ini terbukti dari banyaknya wisatawan luar kota yang datang di hutan mangrove pancer cengkrong selama musim liburan tahun baru

Seperti inilah kondisi Kawasan wisata hutan mangrove yang ada di kawasan pancer cengkrong ,  Desa Karanggandu,  Kecamatan Watulimo,  Kabupaten Trenggalek. Hamparan tanaman mangrove berbagai jenis yang tumbuh subur di ratusah hektare lahan, menjadi daya Tarik tersendiri bagi pengunjung untuk berlama lama dikawasan ini sambal mengabadikan moment dengan berfoto foto.

Salah satu pengunjung asal Madiun, galih mengaku, Dirinya ngetahui keindahan hutan mangrove ini awalnya dari postingan temannya di media sosial Instagram, karena tertarik dan penasaran akhirnya dirinya nekat untuk main ke hutan mangrove pancer cengrong in. Meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari kota asalnya, namun semuanya terbayar setelah sampai di hutan mangrove ini.

Sementara itu Ketua Pokmaswas Kejug Samudra, yang menjadi pengelola Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Imam Saifudin menerangkan, Dengan menyusuri jembatan yang ada dilokasi hutan mangrove ini, Selain bisa menikmati keindahan alamnya pengunjung juga bisa langsung belajar dan mengetahui jenis-jenis tanaman mangrove yang dikonservasi. Pasalnya, dimasing masing titik sudah ada petunjunk dan papan infomasi seputar jenis jenis mangrove yang ditanam dilokasi tersebut.

Terlepas dari keindahan alam hutan mangrove pancer cengkrong ini, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi jembatan kayu di hutan mangrove yang saat ini kondisinya sudah mulai rusak dibeberapa titik, jika hal ini tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan justru memakan korban saat pengunjung terus berdatangan.