Modifikasi Cuaca Sampai 29 Oktober, Potensi Mendung dan Hujan di Trenggalek Masih Berlanjut

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Potensi cuaca mendung dan hujan ringan di Kabupaten Trenggalek serta sejumlah wilayah di Jawa Timur diprakirakan masih berlanjut hingga 29 Oktober 2026. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu upaya untuk memicu hujan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan ringan yang mengguyur Trenggalek selama tiga hari terakhir membawa harapan untuk membasahi vegetasi kering dan mengurangi risiko kekurangan air di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi darurat penanganan karhutla dan kekeringan. Rapat itu melibatkan Kepala BNPB, Pemprov Jatim, serta jajaran kepala daerah se-Jawa Timur.

“Untuk mengurangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, salah satunya dilaksanakan operasi modifikasi cuaca,” ungkap Triadi.

Semai 1.000 Kilogram Garam NaCl Setiap Hari

Triadi menjelaskan bahwa petugas mengerahkan armada udara untuk menyemai awan di wilayah Jawa Timur bagian tengah hingga timur. Operasi ini bertujuan memicu pertumbuhan awan hujan (cumulus).

“Operasi modifikasi cuaca oleh BNPB berlangsung sampai 29 Oktober 2026, mulai dari Malang sampai Situbondo. Setiap hari menggunakan 1.000 kilogram NaCl,” jelas Triadi.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram setiap hari. Penyemaian ini bertujuan membantu proses pembentukan hujan. Sementara itu, hujan ringan mulai mengguyur Trenggalek dan wilayah sekitarnya.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada Karhutla

Meski hujan ringan mulai membasahi wilayah Trenggalek, Triadi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya, hujan belum turun secara merata dan belum cukup untuk memulihkan seluruh sumber air yang mengalami kekeringan.

Masyarakat bersama Satgas Karhutla juga perlu mengantisipasi munculnya titik api baru akibat pembakaran lahan maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan.

BPBD Trenggalek akan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala hingga BNPB menyelesaikan operasi modifikasi cuaca pada akhir Oktober 2026.(CIA)

Views: 14