TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek lakukan uji lab terhadap dugaan kasus keracunan massal di Kelurahan ngantru. Dinkes temukan sebanyak 98 warga tercatat mengalami dugaan gejala keracunan, dengan mayoritas menjalani rawat jalan. Bahkan 1 diantaranya sudah meninggal dunia.
Menurut Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, dr. Soenarto, insiden tersebut terjadi setelah acara pengajian di RT 21, Kelurahan Ngantru, pada Rabu (9/10). Acara dihadiri sekitar 130 orang dan berlangsung pada malam hari.
“Peserta diberikan nasi kotak yang berisi nasi, kering tempe, telur balado, mie, roti isi ayam, roti bolu, dan air mineral sekitar pukul 21.30 hingga 22.00 WIB,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Soenarto menjelaskan bahwa konsumsi makanan dari acara tersebut berbeda-beda. Ada warga yang makan di tempat, ada juga yang membawanya pulang ke rumah.
“Sebagian dimakan saat malam itu, sebagian lagi dimakan keesokan pagi tanpa dipanaskan,” jelasnya.
Dari total 98 warga yang terdata mengalami dugaan gejala keracunan, delapan orang sempat dirawat di rumah sakit.
“Saat ini, tujuh orang sudah dipulangkan, namun satu orang meninggal dunia. Hanya tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ungkap Soenarto.
Hingga kini, pihak Dinkes Trenggalek masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
“Kami berkomitmen menyampaikan data dan fakta secara transparan, serta memastikan penanganan optimal bagi korban,” pungkasnya.
DIberitakan sebelumnya, Seorang warga di Kelurahan Ngantru meninggal dunia setelah makan makanan saat menghadiri hajatan keagamaan di lingkungannya. Dari 7 pasien yang masuk ke RSUD dr.Soedomo, 6 diantaranya selamat dan 1 meninggal dunia. Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga tentang kemungkinan adanya kasus keracunan massal.(CIA)
Views: 2

















