TRENGGALEK, bioztv.id – Berdiri sejak Puluhan tahun lalu PDAM yang kini berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum ”Tirta Wening” lagi lagi ngaku masih rugi dan belum pernah setor pendapatan asli daerah (PAD). Meski pemerintah daerah sudah berulang kali kucurkan anggaran, namun kondisi PDAM justru belum banyak perkembangan.
Sesuai hasil evaluasi Komisi 2 DPRD Trenggalek terhadap PDAM, penyebab utama munculnya catatan merugi adalah dampak dari banyaknya investasi atau hibah dalam bentuk fisik. Pasalnya, sesuai ketentuan pembukuan, bantuan atau hibah dalam bentuk fisik akan berpengaruh pada nilai penyusutan di pembukuan tahunan. Beberapa jenis bantuan fisik yang didapat PDAM Trenggalek diantaranya instalasi pengolahan penjernihan air hingga bantuan pengembangan jaringan.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Mugianto menyampaikan, selama ini PDAM belum pernah setor PAD ke pemerintah daerah. Mengingat saat ini direkturnya baru, pihaknya meminta agar PDAM bisa membuat terobosan terobosan baru untuk mendongkrak pendapatan. Artinya, PDAM jangan hanya fokus mengelola apa yang sudah aja saja, tapi harus berinovasi membuat terobosan baru yang mampu meningkatkan pendapatan.
Mugianto juga menambahkan, Tahun lalu PDAM Trenggalek sempat punya wacana membuat air minum dalam kemasan (AMDK), namun hingga saat ini wacana tersbeut belum ada tindak lanjut. Komisi 2 juga meminta agar direktur yang baru bisa menindaklanjuti rencana produksi AMDK tersebut. Sehingga PDAM bisa memiliki bentuk usaha baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan.
Views: 214
















