TRENGGALEK – bioztv.id – Kasus pengeroyokan antar kelompok pemuda di Kabupaten Trenggalek, pada 5 Desember kemarin, diduga ada hubungannya dengan perselisihan antar oknum pendekar di Kabupaten Tulungagung pada beberapa waktu lalu. Para korban di Trenggalek ini merupakan pendekar yang baru saja lulus kenaikan sabuk.
Menurut keterangan Kasat reskrim Polrs Trenggalek, pengeroyokan ini berawal saat para korban usai mengikuti tes kenaikan sabuk pada perguruan silat yang ia ikuti. Kemudan saat korban pulang bersama teman temannya, di pinggir jalan masuk Desa Sukorejo diteriaki oleh sekelompok pemuda nongkrong, Kemudian teman korban ada yang membalas teriakan itu. Selanjutnya, korban bersama teman temannya melanjutkan perjalanan ke salah satu warung kopi. Sesampainya di warung kopi, kemudian korban dan teman temannya diminta keluar dan tiba tiba di serang sekitar 25 orang. Akibat kejadian ini salah satu korban inisial Z-A mengalami luka di bagian punggung. Diduga korban dipukul secara bergantian dengan tangan kosong dan benda tumpul.
Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana menyampaikan, Jika dilihat kebelakang, bentrok antar kelompok pemuda dari perguruan pencak silat yang berbeda ini, diduga terjadi akibat adanya perselihan terdahulu antar oknum pendekar di Kabupaten Tulungagung pada beberapa waktu lalu.
Arif juga menambahkan, dalam kasus ini pihaknya menetapkan 9 tersangka. Beberapa diantaranya, A-F-T, 21 Tahun, M-Y-T, 18 tahun, A-I-S, 20 tahun, dan R-N, 19 tahun. Keempat tersangka ini merupakan pemuda asal Kecamatan gandusari, Sementara itu satu tersangka lain yang berinisial B-W, 18 Tahun merupakan Pemuda asal Kecamatan kampak. Dari kelima tersangka dewasa tersebut saat ini sudah dilakukan penahanan. Seedangkan empat tersangka lain yang berusia dibawah umur dalam proses Diversi
Views: 18
















